JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo Jawa Timur, mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah perairan utara Sumenep.
Prakiraan cuaca maritim yang berlaku mulai Kamis (6/11) hingga tiga hari ke depan menunjukkan adanya potensi perubahan kondisi laut yang patut diwaspadai.
Hal yang sama juga disampaikan kepala BMKG Stasiun Trunojoyo, Ari Widjajanto, mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan cuaca di sekitar perairan Sumenep berpotensi mengalami dinamika cepat akibat pergerakan angin dan kelembapan udara di lapisan bawah atmosfer.
“Kondisi laut secara umum masih tergolong tenang dengan tinggi gelombang di bawah satu meter. Namun, masyarakat, khususnya nelayan, tetap perlu mewaspadai perubahan mendadak yang bisa terjadi akibat sistem cuaca lokal,” kata Ari kepada media ini, Kamis (6/11).
Pada periode pagi hari pukul 06.00–07.00 WIB, cuaca diperkirakan hujan ringan dengan tingkat kelembapan mencapai 83–85 persen. Gelombang laut berada di kisaran 0,7 meter dengan arus laut bergerak dari timur berkekuatan 66–78 sentimeter per detik, serta angin bertiup dari utara dengan kecepatan sekitar 3 knot.
Sementara pada rentang waktu 10.00–13.00 WIB, cuaca berpotensi berawan tebal dengan kelembapan udara antara 78–79 persen. Gelombang laut relatif stabil di 0,6–0,7 meter, dengan arus bergerak dari timur ke barat berkekuatan 54–72 sentimeter per detik, serta hembusan angin dari arah utara–timur dengan kecepatan 3–5 knot.
Ari menegaskan, meski tinggi gelombang masih dalam kategori rendah, perubahan arah angin dapat memicu gangguan pada jalur pelayaran tradisional dan aktivitas nelayan di sekitar pesisir.
“Perubahan arah angin dari utara ke timur bisa menimbulkan arus silang yang berpotensi memengaruhi stabilitas perahu kecil. Kami minta para nelayan lebih berhati-hati, terutama saat berangkat pada pagi hingga siang hari,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pola cuaca saat ini dipengaruhi oleh pertemuan massa udara lembap di kawasan Laut Jawa bagian timur, yang dapat memicu pembentukan awan hujan lokal secara tiba-tiba.
BMKG Trunojoyo mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan informasi cuaca terkini dan selalu memperbarui data melalui situs resmi bmkg.go.id maupun aplikasi BMKG Mobile.
“Cuaca laut dapat berubah dalam hitungan jam. Kami terus memperbarui data setiap enam jam sekali agar masyarakat dapat merencanakan aktivitas dengan aman,” pungkas Ari Widjajanto. (REDJAVA****)












