Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi Apresiasi Command Center Saat Kunjungi Kemensos

- Redaksi

Sabtu, 30 Juli 2022 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota III BPK RI Asal Sumenep Madura Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI Asal Sumenep Madura Achsanul Qosasi

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi menyatakan kekagumannya atas fasilitas Command Center saat mengunjungi Kementerian Sosial (Kemensos). Achsanul mengakui, bahwa dirinya baru mengetahui ada fasilitas canggih yang dimiliki Kemensos.

“Saya baru tahu ada fasilitas canggih seperti ini di Kementerian Sosial. Saya kira ini sangat membantu respon cepat dalam penanganan bencana,” kata Achsanul saat mengunjungi ruang Command Center di Gedung Cawang Kencana.

Achsanul hadir di Cawang Kencana dalam kaitan dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan (LK) Kementerian Sosial TA 2021. BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sela-sela kunjungan tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengajak Achsanul menyaksikan operasional Command Center yang terletak di lantai dasar Gedung Cawang Kencana.

Fasilitas Command Center dilengkapi dengan tampilan layar digital berbagai ukuran yang memproyeksikan image. Mensos menjelaskan apa saja informasi yang ditayangkan pada layar.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Gelar Diagram, Ajak Mahasiswa Jaga Kondusifitas

Di bagian tampilan adalah statistik yang menggambarkan jenis aduan yang masuk ke dashboard Command Center. Tampilan statistik aduan disajikan dalam bentuk grafis batang dalam durasi harian.

Dashboard Command Center saat itu menunjukkan terdapat aduan bansos sebanyak 77 laporan, bencana sebanyak 152 laporan, Kekerasan, Trafficking dan Hukum sebanyak 10 laporan, terlantar dan sakit parah sebanyak 13 laporan, serta Pemberdayaan dan Pelayanan Publik sebanyak 25 laporan.

“Ini laporan bencana paling banyak, yakni 152 laporan. Habis itu ada bansos sebanyak 77 laporan, Pemberdayaan dan Pelayanan Publik sebanyak 25 laporan, dan seterusnya. Bencana ini dari mulai banjir sampai gempa bumi,” tutur Mensos.

Data yang disajikan pada layar merupakan hasil mirroring (duplikasi) data secara riel time dengan data yang dikelola Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga :  Business Matching Tahap IV, Kapolri Harap Dorong P3DN Demi Tingkatkan Perekonomian Nasional

Mensos juga menjelaskan tentang dukungan yang diberikan Kemensos kepada penyintas di kawasan bencana. Di sana, Kemensos telah menyiapkan titik-titik lumbung sosial untuk menjamin akses terhadap logistik.

“Apa itu lumbung sosial?” tanya Achsanul. Mensos menjelaskan, lumbung sosial merupakan cadangan kebutuhan para penyintas bencana. Saat ini Kemensos telah membangun 48 lumbung sosial di seluruh tanah air.

“Isinya mulai dari bahan makan, selimut, kapal karet, tenda, pemurni air, dan sebagainya,” ungkap Mensos. Setiap titik isinya belum tentu sama menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik tiap wilayah.

Lumbung sosial didirikan Kemensos di kawasan rawan bencana agar tetap terakses pada kebutuhan hidup selama menunggu bantuan lebih lanjut.

“Di sini ada tombol-tombol yang bisa menampilkan petugas Tagana dan pendamping sosial di lokasi tertentu. Kalau tombol ini berisi informasi tentang isi bantuan di lumbung sosial,” ujarnya. Jum’at (29/07/2022).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Saksikan Pengambilan Sumpah Ketua dan Wakil Ketua MK 2023-2028

Achsanul tampak memperhatikan dengan seksama penjelasan Mensos. “Kalau garis biru itu apa ya?” sambung Achsanul.

Petugas menjelaskan garis biru adalah garis imaginer yang menghubungkan lumbung sosial ke sentra Kemensos terdekat. Atas penjelasan Mensos, Achsanul tampak puas.

Penyimpan Command Center didorong dari pengalaman Mensos selama turun ke lapangan. Baik dalam mengecek lokasi bencana, masalah korban asusila, disabilitas, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

Mensos menyatakan, kebutuhan terhadap informasi kadang sulit dipenuhi, khususnya di lokasi bencana. Pada akhirnya, penanganan masalah tidak bisa dilakukan dengan cepat. Seperti gempa NTT atau erupsi Gunung Semeru.

Command center diharapkan menjadi pusat pengelolaan informasi (termasuk informasi kebencanaan). Pengelolaan secara terkoordinasi diharapkan dapat menyediakan informasi yang tidak hanya cepat namun juga akurat. (REDJAVA/****)

SUMBER : HUMAS KEMENTERIAN SOSIAL RI

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU