JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Denyut arus mudik di ujung timur Pulau Madura Kabupaten Sumenep mulai terasa. Meski Ramadan baru berjalan di fase awal.
Manajemen Terminal Tipe A Arya Wiraraja sudah membaca sinyal klasik yang hampir selalu berulang tiap tahun: kepadatan akan meledak saat memasuki H-7 Lebaran.
Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Arya Wiraraja, Handoko Imam Hanafi, menyebut lonjakan signifikan bukan terjadi di awal Ramadan, melainkan mendekati hari raya.
“Kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan yang sangat ramai itu terjadi seminggu sebelum Lebaran. Di waktu itu sudah mulai masuk puncaknya,” kata Imam Handoko, Minggu (01/02/2026).
Menurutnya, pada awal Ramadan, grafik pergerakan penumpang masih relatif landai. Kenaikan hanya berkisar 5 hingga 10 persen dibanding hari normal.
Namun pola itu berubah drastis ketika memasuki pekan terakhir sebelum Idulfitri.
“Lonjakan tinggi biasanya terlihat saat H-7. Bisa sampai 70 persen dibanding hari biasa,” jelasnya.
Menariknya, pada fase awal Ramadan, arus penumpang didominasi tujuan Jakarta. Pergerakan ini bukan sepenuhnya arus mudik, melainkan rotasi pekerja sektor informal.
Imam Handoko menjelaskan, banyak pekerja warung, toko, maupun usaha kecil yang bergantian jadwal menjelang Lebaran.
Ada yang pulang lebih awal untuk berlebaran di kampung halaman, sementara posisinya digantikan kerabat atau rekan kerja.
“Ada yang pulang kampung untuk Lebaran, lalu digantikan orang lain yang menjaga usahanya di sana. Itu yang membuat arus penumpang mulai terlihat ramai, meski belum signifikan,” tutup Imam sapaan akrabnya.
Fenomena ini, lanjutnya, menjadi pola tahunan yang turut memengaruhi grafik penumpang dari dan ke Sumenep.
Mengantisipasi puncak arus mudik, pihak terminal melakukan pemantauan intensif terhadap jumlah penumpang dan kesiapan armada. Koordinasi dengan operator bus terus diperkuat untuk memastikan kapasitas angkutan mencukupi ketika gelombang pemudik membludak.
Jika tren berjalan sesuai pola sebelumnya, H-7 Lebaran akan menjadi fase krusial. Terminal Arya Wiraraja kembali menjadi simpul mobilitas utama warga Madura yang hendak pulang kampung atau kembali merantau.
Dengan proyeksi kenaikan hingga 70 persen, kesiapan layanan, keselamatan perjalanan, dan pengaturan arus kendaraan menjadi kunci agar tradisi mudik tetap berlangsung aman dan lancar.
Di tengah geliat Ramadan yang kian menghangat, satu hal yang pasti: Terminal Arya Wiraraja Sumenep bersiap menyambut gelombang mudik yang tak pernah absen setiap tahunnya. (REDJAVA****)












