JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghapus pemberian tantiem bagi Direksi dan Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memantik respon positif dari kalangan aktivis muda di daerah.
Asmuni, salah satu aktivis asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menilai langkah yang diumumkan Presiden pada Pidato Kenegaraan RAPBN 2026 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025), sebagai terobosan penting dalam membongkar praktik elitis yang selama ini membebani keuangan negara.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan akan menghapus tantiem karena banyak BUMN yang secara laporan keuangan justru merugi, tetapi tetap membagikan tantiem hingga miliaran rupiah kepada jajaran direksi maupun komisaris.
“Saya hilangkan tantiem. Saya pun tidak mengerti apa itu tantiem, mungkin sengaja dibuat istilah asing supaya rakyat tidak paham. Masa ada komisaris rapat sebulan sekali, tantiemnya Rp40 miliar per tahun,” tegas Presiden.
Kepala Negara juga memberikan peringatan keras kepada direksi maupun komisaris BUMN agar legawa dan mengundurkan diri jika menolak kebijakan tersebut.
Menurut regulasi, tantiem merupakan reward kepada direksi, komisaris, maupun dewan pengawas ketika perusahaan meraih keuntungan.
Namun dalam praktiknya, ada perusahaan yang tetap memberikan tantiem meski mengalami kerugian, sebagaimana diatur dalam Permen BUMN Nomor PER-02/MBU/2009 serta PP Nomor 54 Tahun 2014 untuk BUMD.
Asmuni menyambut langkah itu dengan apresiasi. Ia menilai selama ini tantiem hanyalah kedok untuk membagi “kue” politik kepada segelintir elit.
“Langkah Presiden luar biasa. Bagi saya, tantiem hanyalah kedok bagi-bagi kue dari uang APBN yang melancarkan praktik politik elitis,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Asmuni juga mengingatkan bahwa keputusan ini berpotensi memicu kegelisahan kelompok elit politik tertentu.
“Saya berharap langkah Presiden dipahami secara benar oleh masyarakat. Kebijakan yang merugikan elit bisa saja disiasati untuk menjatuhkan beliau. Jangan sampai sejarah Gus Dur terulang kembali di negeri ini,” tandasnya. (REDJAVA****)











