JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Agenda reses 2025 Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PKB, Akhmadi Yasid, S.H., M.H., di Desa Banbaru, Pulau Giliraja, berlangsung dengan dialog konstruktif, Jum’at (14/11/2025)
Sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dari empat desa, serta Kepala Desa Banbaru Zainal Abidin hadir menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar yang dinilai masih memerlukan perhatian lebih serius dari pemerintah kabupaten.
Dalam forum tersebut, persoalan infrastruktur jalan menjadi perhatian utama. Warga menilai kondisi jalan yang rusak telah menghambat pergerakan masyarakat, distribusi barang, hingga layanan publik antar-desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal itu, Akhmadi Yasid menyampaikan bahwa aspirasi warga merupakan indikator penting bagi arah kebijakan pembangunan daerah.
“Kondisi jalan di Giliraja memang perlu penanganan komprehensif. Saya akan memastikan persoalan ini menjadi bagian yang saya kawal dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan tidak boleh berjalan timpang dibandingkan wilayah daratan.
Aspirasi lain yang mengemuka adalah kebutuhan ambulans laut. Warga menilai fasilitas tersebut sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat yang membutuhkan akses cepat ke pusat layanan medis di daratan.
Menanggapi hal tersebut, Akhmadi menegaskan bahwa kebutuhan tersebut adalah kebutuhan riil yang layak segera direalisasikan.
“Ambulans laut bukan hanya fasilitas tambahan, tetapi bagian dari layanan kesehatan dasar bagi masyarakat kepulauan. Kebutuhan ini perlu mendapat prioritas,” jelasnya.
Isu kelistrikan turut menjadi bahan diskusi. Meski kini telah menyala 12 jam, warga mengeluhkan pemadaman bergilir yang masih terjadi.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keandalan mesin pembangkit listrik.
Akhmadi menilai bahwa stabilitas energi menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik yang stabil sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik. Evaluasi terhadap peralatan pembangkit perlu dilakukan agar pelayanan lebih optimal,” pungkasnya.
Reses yang digelar di Banbaru ini ditutup dengan komitmen Akhmadi Yasid, S.H., M.H., untuk membawa seluruh aspirasi tersebut ke tingkat pembahasan formal bersama pemerintah daerah dan OPD terkait. (REDJAVA****)









