Ajak Peneliti BRIN, IAIN Madura Akan Lakukan Penjajakan Penelitian Pulau Giliyang

Kamis, 23 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IAIN Madura Dan BRIN

IAIN Madura Dan BRIN

JAVANETWORK.CO.ID.MADURA – BRIN menjadi referensi para akademisi maupun perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam kegiatan riset. IAIN Madura sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Madura merasa tertarik untuk berkolaborasi dengan BRIN untuk menggali potensi daerah dengan kegiatan riset bersama.

Untuk tahun ini fokus kegiatan kolaborasi riset ini direncanakan dilakukan di Pulau Gili. Seperti kita ketahui bersama Pulau Gili merupakan salah satu kawasan yang memiliki kadar oksigen tertinggi di dunia.

Keinginan ini disampaikan langsung oleh Rektor IAIN Madura, Saiful Hadi, saat melakukan kunjungan ke BRIN Kawasan Konservasi Ilmiah (KKI) Kebun Raya Purwodadi.

Kunjungan rombongan IAIN Madura ke BRIN KKI Kebun Raya Purwodadi bertujuan untuk melakukan penjajakan kerja sama. Kolaborasi riset kelembagaan ini khususnya untuk kegiatan riset akademisi dan mahasiswa IAIN Madura. Kedepan kolaborasi ini tidak terbatas di kegiatan keprodian (program studi) tetapi juga kegiatan kemahasiswaan pemerhati lingkungan seperti pramuka dan lain-lain.

“Dari BRIN khususnya KKI Kebun Raya Purwodadi, IAIN Madura berharap bisa belajar banyak tentang tumbuhan dan metode penelitian serta penulisan karya tulis ilmiah yang berstandar Q3 sampai Q1,” ucap Saiful, Kamis (23/02/2023).

Selain itu, BRIN diharapkan bisa menjadi tempat pemagangan mahasiswa, MBKM, maupun tempat kegiatan riset mahasiswa.

Tulabi, Sub Koordinator Pengelola Koleksi Ilmiah di KKI Kebun Raya Purwodadi BRIN menyambut baik inisiatif keinginan kolaborasi riset ini.

“KKI Kebun Raya Purwodadi bisa dijadikan loboratorium hidup bagi mahasiswa yang ingin belajar botani,” ungkap Tulabi.

Dengan luasan 85 hektar, Kebun Raya Purwodadi menjadi kawasan konservasi ex-situ dengan habitat dataran rendah kering yang memiliki kurang lebih 11.067 spesimen.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Kapolrestabes Surabaya

Ditambahkan Tulabi, paradigma saat ini sudah berubah, kami tidak hanya melakukan konservasi saja. Kami juga menfasilitasi untuk penelitian mahasiswa.

Hal ini tidak lepas dari kehadiran peneliti dari berbagai Organisasi Riset (OR) dan Pusat Riset (PR) yang co-working space (CWS) di KKI Kebun Raya Purwodadi.

Selain itu, potensi koleksi tanaman bisa sebagai obyek penelitian dan penyediaan sampel material tanaman penelitian.

Kontribusi lain dari KKI Kebun Raya Purwodadi adalah pemulihan lahan terdegradasi berupa penanaman kembali atau reboisasi lahan terdegradasi di berbagai daerah.

Terlebih untuk status tanaman yang terancam atau mulai kritis di alam. Tanaman tersebut diperbanyak dan akan ditanam kembali di daerah daerah yang terdegradasi.

Saat ini ada sekitar 30 orang mahasiswa yang melakukan MBKM riset maupun non riset di KKI Kebun Raya Purwodadi. Hal ini menunjukkan bahwa KRP merupakan tempat MBKM yang ideal bagi perguruan tinggi seperti hallway IAIN Madura yang berkeinginan untuk berkolaborasi dengan BRIN.

“Ada empat lingkup kerja sama penelitian yang ingin kita jajaki dengan BRIN,” jelas Yayan, Peneliti IAIN Madura.

Pertama, bidang penelitian untuk membangun big data dengan kajian digital dari semua daftar nama ilmiah dari tumbuhan yang ada di pulau Gili. Big data ini akan dimasukkan dalam perpustakaan herbarium digital dengan model herbarium tiga dimensi.

Kedua, terkait dengan perencaan road map pembuatan herbarium madurologi yang ada di madura.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila, Komisaris Utama PJS Bambang Supratman Rayakan Ulang Tahun: Momen Sakral dan Penuh Makna

Ketiga, berkaitan dengan toga herbarium madurologi yang berbasis digital.

Terakhir adalah analisis vegetasi berbasis mitigasi dari komposisi struktur tanaman yang kuat dalam menanggulangi bencana di pulau Gili.

Pemilihan lokasi Pulau Gili Sumenep untuk kegiatan analisis vegetasi adalah untuk menggali lebih banyak potensi yang dimiliki pulau Gili.

Dari kolaborasi penelitian ini diharapkan bisa mengetahui struktur tumbuhan di Pulau Gili. Selain itu, herbarium digital dengan desain tiga dimensi diharapkan bisa dipakai untuk perpustakaan digital.

Hasil penelitian analisis vegetasi tumbuhan dan struktur tumbuhan bisa menjadi data mitigasi. Toga Herbarium yang isinya tanaman toga madurologi bisa membantu penelitian lanjutan untuk tanaman berbasis obat keluarga dalam skala kecil.

Masyarakat di Madura diharapkan bisa memahami bahwa tanaman berpotensi obat yang ada disekitar lingkungan mereka.

Hal ini bisa menjadi topik pengabdian dari mahasiswa maupun dari peneliti IAIN Madura.

Ditambahkan oleh Yayan, sasaran lain dari kerja sama ini adalah bisa diterbitkannya artikel di jurnal bereputasi dari Q3 dampai Q1.

Respon positif juga disampaikan oleh Periset dari Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan (PRKTKRK) BRIN CWS KKI Kebun raya Purwodadi, Fauziah.

Sejauh yang kami tahu, Potensi tumbuhan di madura masih belum banyak digarap.

“Analisis vegetasi yang telah di teliti hanya spot spot kecil tapi belum secara utuh,” ujar Fauziah.

Pulau Madura itu kompleks dari Kabupaten Bangkalan sampai Kabupaten Sumenep. Setiap kabupaten memiliki karakter tanah tandus tetapi mimiliki kondisi lahan yang berbeda dari setiap daerahnya.

Baca Juga :  Demo Mahasiswa BEM Akhirnya Lebih Viral Berita Ade Armando Digebukin

Dengan begitu sebenarnya ada banyak kasus yang bisa diteliti untuk kegiatan mitigasi di Madura. Ini bisa menjadi objek penelitian yang bisa dikerjakan selain Pulau Gili.

Ditambahkan Fauziah, membangun data base membutuhkan proses panjang dimulai dari inisiasi, pembangunan sistem dan data, belajar membuat herbarium, mengumpulkan daftar tanaman toga harus dilakukan bertahap dan mungkin bisa menjadi program jangka panjang minimal 5 tahun (multiyears).

Dalam membuat big data ini perlu beberapa tahapan yang harus dilalui meliputi mengumpulkan sampel tanaman, mengumpulkan informasinya, aspek etnobotani, pembangunan sistem data serta pembuatan website.

Nantinya masing masing kegiatan akan diarahkan untuk menggandeng beberapa OR, PR atau kedeputian BRIN yang berkompeten.

Pada Tahun 2022 sebenarnya IAIN Madura sudah ada penandatangan MoU dengan SDMI BRIN. MoU ini akan menjadi payung besar dalam membuat perjanjian kerja sama (PKS) dari masing masing kegiatan secara lebih spesifik.

Bisa dalam bentuk PKS riset maupun PKS non-riset. Untuk PKS tentang pembangunan big data bisa di hubungkan dengan Pusat Riset Komputasi BRIN.

Sedangkan untuk analisis vegetasi bisa dengan PRKTKRK. PKS akan dibuat spesifik dengan pusat riset berbeda. Seperti herbarium akan di serahkan ke Direktorat Infrastruktur Riset dan Inovasi sebagi pengelola herbarium.

Sebenarnya BRIN juga sedang membangun Big Data yaitu website MAKOYANA (makoyana.brin.go.id) yang menggabungkan data koleksi dari beberapa kebun raya di bawah BRIN. (REDJAVA/Humas BRIN****).

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Berita Terbaru