Digulung Ombak Perairan Laut Pasongsongan Empat Nelayan Tercebur, Satu Korban Dinyatakan Meninggal Dunia

Minggu, 21 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Dirumah Korban Misnaye alias Enik dan sampan motor kecil yang tergulung Ombak

Suasana Dirumah Korban Misnaye alias Enik dan sampan motor kecil yang tergulung Ombak

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah sampan atau perahu motor milik nelayan Misnaye alias Enik (52), warga Dusun Gelaman Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur digulung ombak di perairan laut Pasongsongan.

Kejadian tersebut mengakibatkan sampan atau perahu motor kecil terbalik sehingga mengakibatkan pemiliknya Misnaye alias Enik meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pasongsongan.

Menurut keterangan rilis Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S SH, Ahad (22/08/2022) mengatakan kejadian laka laut tersebut bermula korban Misnaye alias Enik berangkat untuk menjaring ikan di pelabuhan rakyat Racera di Dusun Somor Kramat Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Gemuruh Ramadhan Fest 1446 H: PCM Kota Sumenep Suguhkan Ajang Syiar Islam yang Spektakuler

Korban Misnaye alias Enik berangkat ke pelabuhan rakyat Racera bersama menantunya yang bernama Khairul Rahman dan 2 orang nelayan lainnya yaitu, Bahratun (30) dan Taufik Rahman (30) yang keduanya juga sama-sama warga Dusun Gelaman Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

Sekira pukul 06.00 wib, mereka berempat tiba di pelabuhan rakyat Racera di Dusun Somor Kramat Desa Panaongan kata AKP Widi dengan menggunakan sampan atau perahu motor lancar jaya berangkat melaut untuk menangkap ikan.

Lebih lanjut Kasi Humas Polres Sumenep menjelaskan sekitar pukul 10.00 wib pada saat mau Bali pulang kedaratan kurang lebih sekitar 500 meter dari bibir pantai, tiba-tiba ada gelombang ombak besar yang menggulung sampan mereka, sehingga sampan mereka terbalik dan membentur batu karang sehingga mengakibatkan keempatnya tercebur kelaut.

Baca Juga :  Kurban Bukan Sekadar Tradisi: Pemerintah Kabupaten Sumenep Pastikan Daging Kurban Menyentuh Kaum Duafa

Dari keempat nelayan yang terlempar kelaut setelah digulung ombak besar, dua nelayan berpegangan ke sampan yang sudah terbalik dan korban (Misnaye-Red) berusaha menolong menantunya Khairul Rahman yang tidak bisa berenang dengan memegangi dan bertahan dilaut kurang lebih 30 menit.

” Peristiwa tersebut terlihat oleh dua orang nelayan yang kebetulan saat itu sedang memperbaiki sampannya di pinggir pantai, sehingga merekapun berusaha menolong dengan mendatangi TKP dengan cara berenang,” ungkap AKP Widi SH.

Baca Juga :  Dir Pamobvit Korshabara Baharkam Pastikan Keamanan dan Kenyaman KTT G20 Bali

Keempat nelayan termasuk korban (Misnaye-Red) berhasil dibawa ke pinggir pantai dan langsung dibawa ke Puskesmas Pasongsongan untuk mendapatkan perawatan medis, Namun kata AKP Widi korban atas nama Misnaye alias Enik dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan pemeriksaan.

” Korban Misnaye alias Enik dari hasil pemeriksaan luar terhadap korban tidak ditemukan luka dan hanya ada 2 buah gigi depan atas tanggal,” imbuhnya.

Di akhir rilisnya Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S SH mengatakan,” kerugian atas peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 jutaan serta 1 orang korban jiwa,” tutup Polwan senior di Polres Sumenep (REDJAVA****)

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru