JAVANETWORK.CO.IDMSUMENEP – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bahan diskusi mendalam dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” yang diselenggarakan DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, akademisi, hingga insan pers. Tujuannya untuk menghimpun berbagai pandangan terkait pelaksanaan program sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Ketua DPC PWRI Kabupaten Sumenep, Rusydiyono, menjelaskan forum ini digelar karena adanya respons beragam di tengah masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, meski mendapat apresiasi, program ini juga tidak lepas dari kritik dan keluhan yang perlu dibahas secara terbuka.
“Walaupun ada sebagian masyarakat yang berterima kasih, tetapi juga banyak yang menyampaikan protes. Pertanyaannya, kenapa sudah diberi makan bergizi gratis masih muncul protes? Jawaban atas persoalan itu ingin kita pecahkan bersama melalui FGD ini,” ujar Rusydiyono.
Ia berharap diskusi ini mampu melahirkan rekomendasi konstruktif agar Program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat terus berlanjut. Rusydiyono juga menyampaikan apresiasi kepada KPPG Surabaya atas dukungan terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami memang belum terbiasa menggelar kegiatan seperti ini. Namun dengan semangat untuk membantu memperbaiki berbagai persoalan, semoga diskusi sederhana ini mampu memberikan pencerahan sehingga program Presiden benar-benar berdampak dan dapat berlanjut,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Joko Satrio, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui Program MBG.
Joko menilai masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum pelayanan kembali berjalan.
“Pada masa liburan ini tidak ada kegiatan pemberian makan bergizi gratis. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program sebelum dimulai kembali,” tegasnya.
Ia juga menegaskan setiap program pemerintah memiliki tujuan yang baik, namun dalam implementasinya tentu terdapat tantangan yang membutuhkan masukan dari berbagai pihak. Terkait hal itu, Joko menilai media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Media dapat menyampaikan informasi yang benar, menangkal hoaks, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antara harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Saya kira FGD ini menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan keduanya,” ucap Joko.
FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Kusmayanti, S.H. (Kepala KPPG Surabaya), Hairul Anwar, ST., MT. (Anggota DPRD Kabupaten Sumenep), Mohamad Iksan, S.Pd., MT. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep), serta Ahmaniyah, S.Gz. (Ketua Tim Kerja Gizi Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep/Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumenep). Kegiatan dipandu Aliya Zahra, S.Kom (Duta Wicara Jawa Timur 2025).
Forum ini juga dihadiri perwakilan Forkopimda Sumenep, antara lain Kodim 0827/Sumenep, Polres Sumenep, organisasi perangkat daerah, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.












