JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif dan mendukung proses pembinaan terus dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Sumenep. Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah melakukan pemindahan 9 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan pada Jumat (12/6/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi penataan hunian untuk mengurangi tingkat kepadatan penghuni atau overcrowding yang selama ini menjadi tantangan di berbagai unit pemasyarakatan. Selain itu, pemindahan juga bertujuan untuk memastikan program pembinaan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Sejak pagi hari, proses pemindahan telah dilaksanakan dengan pengawalan ketat dan pengawasan penuh dari petugas. Seluruh tahapan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang berlaku, melibatkan petugas pengamanan Rutan serta dukungan personel kepolisian guna menjamin kelancaran selama perjalanan menuju Pamekasan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Abdurrahman Faizal Bahari, memimpin langsung jalannya kegiatan untuk memastikan proses berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa pemindahan warga binaan bukan sekadar upaya mengurangi kepadatan hunian, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan layanan pemasyarakatan yang lebih berkualitas.

“Kami terus berupaya menciptakan kondisi hunian yang ideal agar proses pembinaan dapat berjalan secara maksimal. Dengan jumlah penghuni yang lebih terkendali, pelayanan kepada warga binaan akan semakin optimal dan terarah,” ujar Aditya Wahyu Rahmadani, Jum’at (12/06/2026).
Menurutnya, keberhasilan program pembinaan tidak hanya ditentukan oleh aspek keamanan, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.
“Pemindahan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan kapasitas hunian sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan. Harapannya, setiap warga binaan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti program pembinaan secara lebih fokus dan berkualitas,” tambahnya.
Pemindahan 9 WBP tersebut berlangsung lancar, aman, dan kondusif. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti sinergi yang kuat antara petugas pemasyarakatan dan aparat keamanan dalam mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang profesional, transparan, serta humanis.
Melalui langkah tersebut, Rutan Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus melakukan berbagai inovasi dan penataan guna meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, sekaligus mendukung program reformasi pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan pemulihan sosial warga binaan. (REDJAVA****)












