JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat berbagi tanpa henti terus ditunjukkan Komunitas Bagi Sesama (KBS) Sumenep. Bertepatan dengan momentum Jum’at Manis, Jumat (29/05/2026), komunitas sosial tersebut kembali turun ke jalan membagikan ratusan nasi BUNGTURAT kepada pengguna jalan di sisi timur simpang tiga depan Polres Sumenep.
Kegiatan sosial yang dipimpin langsung Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Bersama para relawan, pembagian nasi dilakukan kepada pengendara roda dua, sopir angkutan, pekerja harian, hingga masyarakat sekitar yang melintas di kawasan tersebut.
Sebanyak 106 bungkus nasi BUNGTURAT berhasil disalurkan dalam aksi sosial rutin itu. Kehadiran KBS Sumenep pun mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa terbantu, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, SH, mengatakan kegiatan berbagi di hari Jumat menjadi bagian dari komitmen komunitasnya untuk terus hadir membantu masyarakat kecil dan menebarkan semangat kepedulian sosial.
“Alhamdulillah, Jum’at Manis ini kembali menjadi momentum bagi kami untuk berbagi kepada sesama. Sebanyak 106 bungkus nasi BUNGTURAT kami salurkan kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai bentuk kepedulian serta rasa syukur kami,” kata Akhmad Sahruddin SH.
Menurutnya, aksi sosial tersebut bukan hanya tentang membagikan makanan, melainkan juga memperkuat nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin KBS Sumenep terus menjadi ruang kebaikan. Hal kecil seperti berbagi nasi mungkin sederhana, tetapi di balik itu ada harapan, kepedulian, dan doa agar semakin banyak orang tergerak untuk membantu sesama,” tambahnya.
Aksi sosial KBS Sumenep selama ini dikenal konsisten dilakukan di berbagai titik di Kabupaten Sumenep. Dengan mengusung semangat gotong royong dan kemanusiaan, komunitas tersebut terus mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya saling peduli di tengah kehidupan sosial.
Kegiatan berbagi nasi BUNGTURAT di Jum’at Manis itu pun menjadi simbol bahwa kepedulian dan solidaritas masih tumbuh kuat di ujung timur Pulau Madura. (REDJAVA****)












