JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya membangun pemahaman generasi muda terhadap industri energi nasional terus dilakukan SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Sumenep.
Kali ini, SKK Migas Jabanusa menggandeng KKKS Husky-CNOOC Madura Limited, Kangean Energi Indonesia, dan MedcoEnergi untuk menerima kunjungan audiensi dan edukasi dari Pengurus Komisariat PMII Universitas PGRI Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara dunia industri dan kalangan akademisi dalam memperkuat literasi mahasiswa mengenai sektor hulu minyak dan gas bumi yang selama ini memiliki peran penting terhadap ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan mengatakan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menyebarkan informasi yang objektif dan edukatif kepada masyarakat terkait industri migas.
Menurutnya, industri hulu migas bukan hanya berkaitan dengan produksi energi, tetapi juga menyangkut kontribusi sosial, penguatan ekonomi masyarakat hingga perlindungan lingkungan.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai industri hulu migas. Karena sektor ini sangat strategis bagi negara dan memiliki dampak luas terhadap masyarakat maupun pembangunan daerah,” kata Febrian disela kegiatan, Selasa (12/05/2026)
Ia menegaskan, SKK Migas bersama KKKS terus membuka ruang edukasi dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, agar tercipta pemahaman yang benar mengenai operasional industri migas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa industri hulu migas dijalankan dengan standar keselamatan kerja yang ketat, memperhatikan lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah operasi,” ujarnya.
Dalam sesi edukasi tersebut, para mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung mengenai proses bisnis industri hulu migas di Indonesia, mulai dari tahapan eksplorasi, produksi, hingga distribusi energi.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak memahami berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang selama ini dijalankan perusahaan migas di wilayah sekitar operasi.
Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah menyampaikan apresiasi atas keterbukaan SKK Migas Jabanusa dan KKKS yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat lebih dekat aktivitas industri migas.
Menurut Diky, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi mahasiswa terkait pentingnya sektor energi bagi keberlangsungan pembangunan nasional.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai bagaimana industri migas beroperasi, termasuk penerapan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan yang sangat ketat,” ungkapnya.
Mahasiswa juga difasilitasi mengunjungi Migas Corner untuk mengenal sejarah industri migas Indonesia dan dampaknya terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
Menariknya, peserta turut merasakan pengalaman imersif melalui simulasi visual bekerja di fasilitas migas lepas pantai atau offshore. Simulasi itu memberikan gambaran nyata mengenai budaya keselamatan kerja yang menjadi prioritas utama dalam industri hulu migas.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, SKK Migas Jabanusa berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara industri energi dan kalangan akademisi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memahami pentingnya keberlanjutan energi nasional. (REDJAVA****)










