Skandal Joki UTBK Surabaya Terbongkar, Polisi Amankan Anak, Ayah dan Dokter Asal Sumenep

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapoltabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan Saat Memberikan Konferensi Pers, Jum'at (08/05/2026)

Kapoltabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan Saat Memberikan Konferensi Pers, Jum'at (08/05/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Praktik curang dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri kembali mencoreng dunia pendidikan nasional. Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membongkar sindikat joki

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diduga telah beroperasi selama sembilan tahun terakhir.

Dalam pengungkapan kasus yang mengejutkan tersebut, sebanyak 14 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai mahasiswa, dokter, pegawai swasta hingga aparatur sipil negara (ASN).

Kasus ini terbongkar usai pelaksanaan UTBK Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jalan Lidah Wetan, pada 21 April 2026 lalu.

Yang menjadi perhatian publik, dua dari belasan tersangka diketahui merupakan ayah dan anak asal Kabupaten Sumenep, Madura.

Baca Juga :  Tim Damkar Kembali Bereaksi Mengamankan Biawak di Asrama Kodim 0827/Sumenep

Keduanya diduga terlibat sebagai pengguna jasa joki untuk meloloskan sang anak ke perguruan tinggi negeri impian.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, pihaknya tidak hanya memburu pelaku yang menjalankan aksi perjokian, tetapi juga menindak tegas pihak pemesan jasa ilegal tersebut.

“Pemberi order itu kami amankan dua orang, yakni anak yang akan masuk kuliah dan orang tuanya,” kata Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan saat memberikan keterangan konferensi pers, Jum’at (08/05/2026).

Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial HER (18) dan ayahnya RZ (46), seorang pedagang asal Sumenep.

Polisi menduga keduanya secara sadar bekerja sama dengan jaringan joki demi memperoleh peluang lolos UTBK secara instan.

Tak berhenti di situ, polisi juga mengamankan seorang dokter berinisial MI (36) yang diduga berperan sebagai pencari klien dalam sindikat tersebut.

Baca Juga :  Ada Kecelakaan di Sekitarmu? Simak Aturan dan Anjuran dari Ditlantas Polda Jatim

Tersangka MI disebut turut berasal dari Sumenep dan diduga menjadi penghubung antara peserta dengan jaringan joki profesional.

Pengungkapan kasus ini sontak mengundang perhatian luas karena praktik perjokian disebut telah berlangsung cukup lama dan terorganisir rapi.

Sindikat ini diduga memanfaatkan celah sistem seleksi dengan melibatkan orang-orang yang memiliki kemampuan akademik tinggi untuk menggantikan peserta ujian asli.

“Dalam pengembangan berikutnya dimungkinkan akan ada tersangka lain, karena setiap kegiatan pasti ada pemberi order. Ini terus kami dalami,” tegasnya.

Dari hasil penyidikan sementara, polisi memastikan belum ditemukan keterlibatan pihak kampus dalam praktik ilegal tersebut.

Penegasan itu disampaikan untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Hasil pemeriksaan sampai saat ini tidak ada keterlibatan pihak kampus terkait perjokian dalam ujian seleksi masuk mahasiswa,” jelas Kapoltabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sumenep Hj.Dewi Khalifah SH MH : Peran Aktif MD KAHMI Dan FORHATI Dibutuhkan Untuk Membangun Sumenep

Adapun 14 tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda-beda dalam menjalankan operasi perjokian. Mulai dari perekrut peserta, pencari klien, penyedia identitas hingga pelaku utama yang mengatur jalannya aksi.

Terbongkarnya sindikat ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan Indonesia.

Praktik curang yang berlangsung bertahun-tahun dinilai tidak hanya merusak sistem seleksi nasional, tetapi juga mengkhianati semangat kompetisi sehat bagi jutaan pelajar yang berjuang secara jujur demi meraih bangku perguruan tinggi negeri.

Kini, polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lebih besar dan peserta lain yang pernah menggunakan jasa sindikat joki UTBK tersebut. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU