JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata melalui penguatan pembinaan non-akademik.
Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep berkolaborasi dengan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) setempat menggelar turnamen tenis yang melibatkan berbagai kalangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi membangun generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat dan berdaya saing di bidang olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan S. Pd.,M.T mengatakan, momentum Hardiknas dimanfaatkan untuk memperluas ruang pengembangan minat dan bakat siswa.
“Hardiknas bukan hanya tentang pendidikan di dalam kelas. Kami ingin memastikan anak-anak juga mendapatkan ruang berkembang di bidang olahraga, salah satunya melalui tenis,” kata H. Iksan, Kamis (30/04/2026).
Turnamen tersebut mempertandingkan sejumlah kelompok umur, mulai dari KU 8, KU 10, KU 12 hingga KU 14 yang setara dengan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kategori ini menjadi fondasi awal dalam menjaring bibit atlet sejak usia dini.
“Alhamdulillah, seluruh kategori kelompok umur akan juga digelar. Ini langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berprestasi sejak dini,” ujarnya.
Tak hanya menyasar pelajar, kegiatan ini juga melibatkan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui kategori ganda, serta partisipasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat semangat kebersamaan lintas sektor.
Menariknya, dalam cabang tenis juga dibuka kategori khusus ganda ibu-ibu yang menjadi pembeda dibanding kegiatan sebelumnya. Selain menambah semarak, kategori ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini.
“Kami juga akan menghadirkan ganda ibu-ibu sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan, sekaligus menyemarakkan semangat Hari Kartini dalam momentum Hardiknas,” tutup H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T.
Melalui kolaborasi Disdik dan Pelti Sumenep ini, diharapkan lahir ekosistem pembinaan olahraga yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan siap bersaing di masa depan. (REDJAVA****)












