Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi Apresiasi Command Center Saat Kunjungi Kemensos

Sabtu, 30 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota III BPK RI Asal Sumenep Madura Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI Asal Sumenep Madura Achsanul Qosasi

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi menyatakan kekagumannya atas fasilitas Command Center saat mengunjungi Kementerian Sosial (Kemensos). Achsanul mengakui, bahwa dirinya baru mengetahui ada fasilitas canggih yang dimiliki Kemensos.

“Saya baru tahu ada fasilitas canggih seperti ini di Kementerian Sosial. Saya kira ini sangat membantu respon cepat dalam penanganan bencana,” kata Achsanul saat mengunjungi ruang Command Center di Gedung Cawang Kencana.

Achsanul hadir di Cawang Kencana dalam kaitan dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan (LK) Kementerian Sosial TA 2021. BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Di sela-sela kunjungan tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengajak Achsanul menyaksikan operasional Command Center yang terletak di lantai dasar Gedung Cawang Kencana.

Fasilitas Command Center dilengkapi dengan tampilan layar digital berbagai ukuran yang memproyeksikan image. Mensos menjelaskan apa saja informasi yang ditayangkan pada layar.

Baca Juga :  Irjen Ferdy Sambo Akui Telah Merekayasa Kasus Tewasnya Brigadir J

Di bagian tampilan adalah statistik yang menggambarkan jenis aduan yang masuk ke dashboard Command Center. Tampilan statistik aduan disajikan dalam bentuk grafis batang dalam durasi harian.

Dashboard Command Center saat itu menunjukkan terdapat aduan bansos sebanyak 77 laporan, bencana sebanyak 152 laporan, Kekerasan, Trafficking dan Hukum sebanyak 10 laporan, terlantar dan sakit parah sebanyak 13 laporan, serta Pemberdayaan dan Pelayanan Publik sebanyak 25 laporan.

“Ini laporan bencana paling banyak, yakni 152 laporan. Habis itu ada bansos sebanyak 77 laporan, Pemberdayaan dan Pelayanan Publik sebanyak 25 laporan, dan seterusnya. Bencana ini dari mulai banjir sampai gempa bumi,” tutur Mensos.

Data yang disajikan pada layar merupakan hasil mirroring (duplikasi) data secara riel time dengan data yang dikelola Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga :  Kakorlantas Mabes Polri Imbau Hal ini ke Masyarakat Dalam Persiapan Pengamanan G20 di Bali

Mensos juga menjelaskan tentang dukungan yang diberikan Kemensos kepada penyintas di kawasan bencana. Di sana, Kemensos telah menyiapkan titik-titik lumbung sosial untuk menjamin akses terhadap logistik.

“Apa itu lumbung sosial?” tanya Achsanul. Mensos menjelaskan, lumbung sosial merupakan cadangan kebutuhan para penyintas bencana. Saat ini Kemensos telah membangun 48 lumbung sosial di seluruh tanah air.

“Isinya mulai dari bahan makan, selimut, kapal karet, tenda, pemurni air, dan sebagainya,” ungkap Mensos. Setiap titik isinya belum tentu sama menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik tiap wilayah.

Lumbung sosial didirikan Kemensos di kawasan rawan bencana agar tetap terakses pada kebutuhan hidup selama menunggu bantuan lebih lanjut.

“Di sini ada tombol-tombol yang bisa menampilkan petugas Tagana dan pendamping sosial di lokasi tertentu. Kalau tombol ini berisi informasi tentang isi bantuan di lumbung sosial,” ujarnya. Jum’at (29/07/2022).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Resmi Perdana Menteri Palestina di Istana Bogor

Achsanul tampak memperhatikan dengan seksama penjelasan Mensos. “Kalau garis biru itu apa ya?” sambung Achsanul.

Petugas menjelaskan garis biru adalah garis imaginer yang menghubungkan lumbung sosial ke sentra Kemensos terdekat. Atas penjelasan Mensos, Achsanul tampak puas.

Penyimpan Command Center didorong dari pengalaman Mensos selama turun ke lapangan. Baik dalam mengecek lokasi bencana, masalah korban asusila, disabilitas, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

Mensos menyatakan, kebutuhan terhadap informasi kadang sulit dipenuhi, khususnya di lokasi bencana. Pada akhirnya, penanganan masalah tidak bisa dilakukan dengan cepat. Seperti gempa NTT atau erupsi Gunung Semeru.

Command center diharapkan menjadi pusat pengelolaan informasi (termasuk informasi kebencanaan). Pengelolaan secara terkoordinasi diharapkan dapat menyediakan informasi yang tidak hanya cepat namun juga akurat. (REDJAVA/****)

SUMBER : HUMAS KEMENTERIAN SOSIAL RI

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru