JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep turun tangan langsung menangani kasus gizi buruk yang dialami Almira (15 bulan), balita asal Pulau Raas.
Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Dr. A. Rahman Riadi, SE, MM, didampingi Ketua BAZNAS Sumenep, Akhmad Rahman, SPDI, melakukan kunjungan dan menjenguk langsung kondisi Almira yang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep.
Dalam kesempatan tersebut, kedua lembaga ini secara simbolis menyerahkan bantuan sosial darurat senilai Rp10 juta sebagai wujud kepedulian dan dukungan bagi keluarga yang sedang tertimpa musibah.
Kisah pilu ini bermula saat Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) Provinsi Jawa Timur melakukan bakti sosial di Kecamatan Raas pada 12 April 2026 lalu. Di sana, petugas menemukan kondisi Almira yang sangat memprihatinkan.
Balita asal Dusun Sonok, Desa Brakas ini hanya memiliki berat badan 4,4 kilogram dan panjang badan 58 sentimeter, jauh di bawah standar anak seusianya. Almira didiagnosis menderita gizi buruk berat disertai penyakit hernia umbilikalis.
Sejak usia empat bulan, kesehatan Almira terus menurun. Ia mengalami kesulitan makan dan menelan, sehingga asupan nutrisinya sangat kurang. Kondisi ini diperparah oleh musibah kebakaran yang melanda rumah keluarganya sehari setelah Lebaran, 22 Maret 2026 lalu, yang membuat keluarga nelayan ini harus menumpang di tempat kerabat dengan ekonomi yang semakin terbatas.
Awalnya, orang tua Almira, Fathorrahman dan Mamma Irma Yanti, sempat ragu membawa anaknya berobat karena keterbatasan biaya dan pemahaman yang terbatas mengenai penyakit tersebut. Namun, setelah dilakukan pendekatan dan edukasi oleh tim kesehatan, keluarga akhirnya bersedia membawa Almira mendapatkan penanganan medis serius.

Kepala Dinsos P3A, Dr. A. Rahman Riadi, S.E.,M.M., menyatakan bahwa pemerintah hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi juga kepastian.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi Almira. Gizi buruk yang dialaminya sudah cukup berat, ditambah adanya hernia yang harus segera ditangani. Belum lagi keluarga ini baru saja kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran,” ujar Rahman Riadi saat ditemui di RSUD, Senin (13/4).
Menurutnya, kehadiran pihaknya bersama Baznas adalah bukti nyata bahwa kepedulian negara harus benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami pastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh oleh BPJS. Sementara bantuan dana yang kami serahkan hari ini, untuk meringankan beban kebutuhan lain selama masa perawatan. Kami akan terus memantau perkembangan Almira sampai kondisinya membaik dan tumbuh kembangnya kembali normal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sumenep, Akhmad Rahman, SPDI, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk membantu saudara yang sedang dalam kesulitan.
“Semoga bantuan ini bisa menjadi amal jariyah dan meringankan beban orang tua Almira agar bisa fokus mendampingi penyembuhan anaknya,” ujar Akhmad Rahman menambahkan.
Saat ini, Almira sudah mendapatkan perawatan intensif sejak Senin malam, 13 April 2026. Harapan besar pun disematkan agar si kecil dapat segera pulih dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya. (REDJAVA****)










