JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan mulai mengimplementasikan kebijakan penggunaan bahasa Madura sebagai bahasa pengantar dalam aktivitas pendidikan dan perkantoran setiap hari Selasa.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 Tahun 2025 tentang pelestarian bahasa daerah.
Kebijakan tersebut tidak hanya berlaku di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga diterapkan secara menyeluruh di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd.,M.T., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya konkret dalam menjaga eksistensi bahasa Madura di tengah arus modernisasi.
“Ini bukan hanya program simbolik, tetapi bagian dari komitmen kami dalam melestarikan bahasa Madura sebagai identitas daerah,” kata H. Iksan kepada media ini, Kamis (09/04/2026) malam.
Menurutnya, pembiasaan penggunaan bahasa Madura setiap hari Selasa diharapkan mampu membangun keterampilan berbahasa yang baik dan benar, khususnya di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.
“Kami ingin anak-anak dan guru terbiasa menggunakan bahasa Madura dalam komunikasi sehari-hari, sehingga tidak sekadar memahami, tetapi juga mampu menggunakannya secara aktif,” jelasnya.
Eks Kadisbudparopar itu menambahkan, penerapan kebijakan ini dilakukan secara serentak, mulai pagi hingga jam pulang sekolah, guna menciptakan suasana berbahasa yang konsisten dan alami.
“Setiap hari Selasa, sejak masuk hingga pulang, komunikasi di sekolah maupun OPD diarahkan menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa pengantar,” tegas H. Iksan sapaannya.
Lebih jauh, pihaknya berharap program ini mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat karakter generasi muda Sumenep.
“Bahasa adalah jati diri. Kalau tidak kita biasakan sekarang, kita khawatir generasi ke depan akan semakin jauh dari akar budayanya,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Sumenep menunjukkan keseriusannya dalam merawat warisan budaya daerah, menjadikan bahasa Madura tidak hanya sebagai simbol, tetapi sebagai bagian hidup dalam keseharian masyarakat. (REDJAVA****)










