JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana teduh dan sarat nilai spiritual menyambut kedatangan Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Jumat (3/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan emosional antara institusi TNI dan kalangan pesantren dua pilar yang memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa.
Di hadapan para masyayikh dan jajaran pesantren, Letkol Inf Citra Persada menyampaikan rasa hormatnya atas sambutan hangat yang diterima. Ia menilai, pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng moral yang kokoh bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan luar biasa dari keluarga besar Annuqayah. Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih erat dan berkelanjutan,” kata Letkol Inf. Citra Persada di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan pesantren dalam menjaga stabilitas sosial menjadi kekuatan tersendiri yang tidak bisa dipisahkan dari peran TNI di lapangan. Kolaborasi keduanya dinilai mampu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.
“Sinergi antara TNI dan pesantren sangat penting. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga ketertiban, keamanan, dan persatuan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memotivasi para santri agar tidak ragu mengambil peran dalam pengabdian kepada negara, termasuk melalui jalur militer. Ia menyebut, karakter santri yang disiplin dan berakhlak menjadi modal besar untuk menjadi prajurit profesional.
“Santri memiliki kualitas yang sangat baik. Kami berharap ke depan ada generasi dari Annuqayah yang ikut bergabung dengan TNI dan menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI,” ungkap Dandim Sumenep.
Lebih lanjut, Dandim Sumenep menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap program-program pemerintah, termasuk dari kalangan pesantren.
“Kami berharap hubungan baik ini terus terjaga. Dukungan dan doa dari para masyayikh sangat berarti agar kami dapat menjalankan tugas sebagai mitra strategis masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, pihak Pondok Pesantren Annuqayah memaparkan bahwa lembaga pendidikan yang mereka kelola telah berkembang pesat, mencakup berbagai jenjang mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, dengan jumlah pelajar sekitar 10.000 orang dan 6.500 santri mukim.
Pengasuh pesantren menegaskan bahwa Annuqayah tetap konsisten menjaga tradisi pendidikan klasik berbasis kitab kuning, namun tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern sebagai penunjang kualitas pendidikan.
Selain itu, evaluasi rutin setiap hari Jumat menjadi bagian dari sistem pengelolaan pesantren untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan optimal, baik dari sisi akademik maupun lingkungan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, diawali dengan tawasul, dilanjutkan sambutan, dan ditutup doa bersama. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara kekuatan pertahanan negara dan lembaga pendidikan keagamaan terus terjalin harmonis demi masa depan bangsa. (REDJAVA/PENDIM****)










