JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langit Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, mendadak berubah muram pada Senin (16/3/2026) sore. Hujan yang awalnya turun ringan perlahan disertai angin kencang, hingga akhirnya merobohkan satu rumah milik warga di Dusun Polai.
Rumah tersebut diketahui milik St. Aminah, warga RT 09 RW 03. Sekitar pukul 15.30 WIB, bangunan yang sudah dalam kondisi tidak layak itu tak mampu lagi bertahan saat angin menerjang, hingga akhirnya ambruk.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah. Sebagian di antaranya bergegas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material dipastikan cukup besar karena rumah mengalami kerusakan total.
Informasi yang dihimpun dari pemerintah desa menyebutkan, hujan yang terjadi sejak siang memang tidak terlalu deras, namun angin yang datang secara tiba-tiba menjadi faktor utama robohnya bangunan. Kondisi rumah yang sudah rapuh turut memperparah dampak bencana.

Tak butuh waktu lama, aparat pemerintah desa bersama pihak Kecamatan Saronggi, kepolisian, dan warga langsung melakukan penanganan awal. Gotong royong pun menjadi pemandangan yang tak terhindarkan di lokasi kejadian.
Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial P3A menunjukkan respons cepat. Bantuan darurat langsung disalurkan kepada korban untuk meringankan beban pascabencana.
Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Dr. A. Rahman Riadi, S.E.,M.M., menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menunda penanganan terhadap warga terdampak.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak ke lokasi. Kami memastikan korban segera mendapatkan bantuan awal berupa santunan dan kebutuhan pokok,” kata Kepala Dinsos P3A Rahman Riadi kepada media ini, Selasa (17/03/2026).
Ia menjelaskan, langkah cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi bagaimana negara hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Kami ingin korban merasa didampingi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rahman Riadi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama bagi warga yang tinggal di bangunan kurang layak.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Jika kondisi rumah sudah tidak layak, sebaiknya segera dilaporkan agar bisa dicarikan solusi bersama,” pungkas Rahman sapaan akrabnya.
Selain Dinas Sosial P3A, bantuan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta dukungan penuh masyarakat sekitar yang bahu-membahu membantu korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik cuaca yang tampak biasa, potensi bencana bisa datang kapan saja. Namun di sisi lain, solidaritas dan kehadiran pemerintah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat. (REDJAVA****)









