JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Profesi penggali kubur mungkin jarang mendapat sorotan. Namun di balik pekerjaan yang sunyi itu, tersimpan pengabdian besar bagi kemanusiaan. Dedikasi itulah yang akhirnya mengantarkan Totok menerima penghargaan dalam ajang Naghfir’s Institute Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sosok-sosok yang selama ini bekerja tanpa sorotan, namun memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Totok dinilai telah lama mengabdikan dirinya membantu proses pemakaman warga dengan penuh keikhlasan.
Bagi Totok, pekerjaannya bukan sekadar menggali tanah, tetapi juga bagian dari ibadah dan pelayanan terakhir kepada sesama manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak awal saya menjalani pekerjaan ini dengan niat membantu sesama. Ketika ada warga meninggal, saya merasa terpanggil untuk membantu keluarga yang sedang berduka,” ujar Totok dengan suara lirih.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan pekerjaannya akan mendapat perhatian, apalagi penghargaan. Selama ini ia hanya berusaha menjalankan tugasnya sebaik mungkin.
“Terus terang saya tidak pernah berharap penghargaan. Bagi saya, yang penting bisa membantu masyarakat dan menjalankan pekerjaan ini dengan ikhlas,” katanya.
Sementara itu, Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, mengatakan bahwa penghargaan tersebut memang dirancang untuk mengangkat sosok-sosok yang selama ini bekerja dalam diam, tetapi memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar.
“Melalui Naghfir’s Institute Award, kami ingin menghadirkan cerita-cerita inspiratif dari para pahlawan sunyi di tengah masyarakat. Mereka mungkin tidak terkenal, tetapi jasa mereka sangat berarti,” ujar Dr. Naghfir, Kamis (05/03/2026)
Ia menilai profesi seperti penggali kubur merupakan pekerjaan yang sarat nilai kemanusiaan dan keikhlasan, karena hadir pada saat-saat paling sulit bagi sebuah keluarga.
“Pak Totok adalah contoh nyata bahwa pengabdian tidak selalu berada di panggung besar. Kadang justru lahir dari pekerjaan sederhana yang dijalani dengan hati,” tuturnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga diharapkan dapat membuka mata masyarakat bahwa setiap profesi memiliki nilai kemuliaan jika dijalankan dengan integritas dan ketulusan.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa di sekitar kita ada banyak orang yang bekerja tanpa sorotan, namun keberadaannya sangat penting. Mereka layak dihargai dan diceritakan,” pungkas Dr. Naghfir.
Ajang Naghfir’s Institute Award 2026 sendiri menjadi ruang apresiasi bagi tokoh-tokoh inspiratif yang selama ini jarang tersentuh publikasi, namun memiliki kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. (REDJAVA****)









