JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Isu dugaan persoalan pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep kian menguat.
Menyusul temuan Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO), Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat memastikan akan segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Komitmen itu disampaikan anggota Satgas MBG Sumenep, Arif Firmanto, dalam audiensi bersama PD IWO Sumenep, Rabu (4/2/2026).
Menurut Arif, setiap laporan dan temuan yang disampaikan insan pers tidak akan diabaikan. Satgas akan langsung melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan standar kelayakan, keamanan pangan, porsi makanan, hingga higienitas benar-benar terpenuhi.
“Persoalan dalam program MBG ini bukan hanya menyangkut KPPG dan SPPG semata, tetapi juga menyangkut nama baik pemerintah daerah,” ujar Arif.
Ia menegaskan, apabila terjadi pelanggaran atau kelalaian, dampaknya bukan hanya pada penyelenggara teknis di lapangan. Citra Pemerintah Kabupaten Sumenep juga bisa ikut terdampak.
“Kalau ada permasalahan, bukan hanya KPPG dan SPPG yang terdampak. Nama baik Pemkab dan Bupati juga ikut terbawa. Karena itu, koordinasi yang dilakukan PD IWO ini sangat bagus,” tegasnya.
Arif mengakui hingga saat ini belum ada regulasi teknis yang secara rinci mengatur tugas pokok dan fungsi Satgas MBG di daerah. Namun demikian, pihaknya memastikan pengawasan tetap berjalan maksimal.
Satgas juga membuka ruang koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) apabila dalam sidak ditemukan pelanggaran serius. Meski keputusan sanksi seperti suspend atau penutupan permanen berada di kewenangan BGN, Satgas daerah tetap akan mengawal dan melaporkan setiap temuan.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Satgas MBG dan PD IWO dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep agar berjalan sesuai standar dan benar-benar memberi manfaat optimal bagi siswa. (REDJAVA****)












