JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Bulan suci Ramadhan menghadirkan warna berbeda di sepanjang Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Kota, Sumenep.
Ruas jalan yang biasanya menjadi jalur utama mobilitas warga itu kini bertransformasi menjadi pusat kuliner dadakan yang ramai setiap menjelang berbuka puasa.
Deretan lapak pedagang berdiri berjejer di sisi jalan, menawarkan aneka takjil dan makanan siap saji. Mulai dari kolak, es buah, aneka gorengan, hingga jajanan kekinian yang digemari kalangan muda, semuanya tersedia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas transaksi berlangsung cepat, pembeli datang silih berganti, dan suasana sore berubah menjadi lautan manusia yang berburu hidangan berbuka.

Di satu sisi, fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM. Perputaran uang meningkat signifikan selama bulan suci. Banyak pedagang mengaku mampu meraih omzet lebih besar dibanding hari biasa.
Ramainya pengunjung menjadi bukti bahwa sektor informal tetap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Namun di sisi lain, kepadatan lalu lintas tak terhindarkan. Kendaraan roda dua dan roda empat memadati badan jalan, sementara parkir di bahu jalan mempersempit ruang gerak arus kendaraan.
Akibatnya, kemacetan kerap terjadi menjelang waktu magrib. Tanpa adanya pengaturan lalu lintas di sepanjang kawasan tersebut, pengendara harus mengandalkan kesadaran bersama untuk saling memberi jalan.

Pejalan kaki pun terlihat berhati-hati saat menyeberang di sela-sela kendaraan yang bergerak lambat.
Kondisi ini memunculkan tantangan tersendiri dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan publik di tengah lonjakan aktivitas ekonomi.
Fenomena di KH Agus Salim menjadi potret kontras wajah kota selama Ramadhan: antara geliat perekonomian yang menggembirakan dan persoalan kemacetan yang perlu perhatian serius.
Diperlukan penataan yang bijak agar denyut ekonomi rakyat tetap hidup tanpa mengorbankan ketertiban dan keselamatan pengguna jalan. (REDJAVA****)









