JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan Akademi Jurnalistik PWI Sumenep dalam sebuah seremoni yang digelar di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep, Kamis (15/01/2026).
Program ini hadir sebagai langkah strategis memperkuat literasi pers sekaligus meningkatkan pemahaman publik di era derasnya arus informasi digital dan disrupsi teknologi.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menegaskan, Akademi Jurnalistik merupakan amanat hasil rapat kerja PWI pada akhir Desember 2025 dan menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam menjaga marwah pers dan profesi jurnalistik.
“Akademi jurnalistik ini kami buka bukan hanya untuk internal PWI, tetapi juga untuk masyarakat luas yang ingin meningkatkan kapasitas dan pemahamannya tentang kerja jurnalistik,” kata Faisal Warid dalam sambutannya.
Menurut Warid, akademi ini memiliki dua orientasi utama. Pertama, sebagai ruang edukasi untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik bagi wartawan PWI, wartawan di luar PWI, maupun masyarakat umum yang ingin mendalami dunia pers.
Kedua, sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi lembaga atau organisasi publik yang menghadapi sengketa informasi maupun produk jurnalistik.
“Dengan adanya ruang konsultasi ini, persoalan yang melibatkan pers bisa diselesaikan dengan dialog dan pemahaman bersama. Kami ingin meminimalkan kesalahpahaman antara wartawan dan publik,” ujarnya.
Warid juga menegaskan, keberlanjutan Akademi Jurnalistik membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari lembaga publik, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat.
“Partisipasi banyak pihak akan membuat program ini lebih berdampak dan berkelanjutan,” tambah Warid.
Peluncuran akademi ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-80 PWI, sekaligus menjadi momentum refleksi agar PWI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“PWI tidak hanya ingin menjadi organisasi profesi wartawan, tetapi juga rumah besar bagi seluruh elemen, termasuk OPD, dalam meningkatkan kapasitas dan pemahaman tentang pers,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menyambut positif langkah PWI Sumenep. Menurutnya, program ini relevan di tengah cepatnya penyebaran informasi, termasuk hoaks dan konten negatif.
“Sepertinya masyarakat ini justru lebih tertarik ke berita-berita negatif. Jadi, kami berharap Akademi Jurnalistik ini bisa memberikan pemahaman bagaimana menyajikan berita yang positif, tetapi tetap menarik bagi pembaca,” jelas Indra Wahyudi. (REDJAVA/$$$)










