JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai mematangkan langkah antisipasi lonjakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menekankan penguatan aspek keselamatan, kesiapan petugas, serta mitigasi risiko di seluruh destinasi wisata.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengelola destinasi wisata yang digelar di Aula Kantor Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Selasa (23/12/2025).
Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., mengatakan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang harus diimbangi dengan kesiapan destinasi wisata yang mengutamakan keselamatan pengunjung.
“Lonjakan kunjungan wisata saat libur Nataru harus diimbangi dengan kesiapan destinasi yang mengutamakan keselamatan. Pemerintah daerah tidak ingin ada kelalaian sekecil apa pun yang berpotensi membahayakan wisatawan,” kata Moh. Iksan.
Ia menegaskan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan wajib dijalankan secara disiplin oleh seluruh pengelola destinasi, terutama wisata alam yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.
“Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Karena itu, seluruh pengelola destinasi wisata harus benar-benar siap, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, maupun sistem penanganan darurat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andrie Zulkarnaen, menekankan pentingnya kepatuhan pengelola terhadap SOP keselamatan.
“Kami ingin memastikan seluruh pengelola destinasi wisata, terutama wisata alam, benar-benar memahami dan menjalankan SOP keselamatan. Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama,” ujar Andrie.
Selain keselamatan, Disbudporapar juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia di lapangan. Pengelola destinasi wisata diminta memastikan petugas informasi, pemandu wisata, hingga petugas keamanan tetap siaga selama jam operasional, terutama saat puncak kunjungan.
“Pelayanan tidak boleh longgar. Petugas informasi, pemandu wisata, hingga pengamanan harus tersedia dan siap memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada wisatawan,” tegasnya.
Isu cuaca ekstrem turut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut. Disbudporapar meminta pengelola destinasi wisata meningkatkan kewaspadaan dan aktif memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kondisi cuaca saat ini cukup dinamis dan cenderung ekstrem. Karena itu, kami minta pengelola destinasi terus memantau informasi BMKG dan segera mengambil langkah antisipasi jika ada potensi risiko,” tambah Andrie.
Sebagai langkah mitigasi, pengelola destinasi wisata juga diminta mengoptimalkan pemanfaatan layanan darurat 112 jika terjadi insiden di kawasan wisata.
“Koordinasi lintas sektor harus berjalan. Jika terjadi insiden, layanan darurat 112 harus segera dioptimalkan agar penanganan bisa cepat dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” lanjutnya.
Tak hanya soal keselamatan, Disbudporapar juga menekankan pentingnya kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata. Pengelola diwajibkan menyediakan tempat sampah yang memadai serta memastikan pengelolaan kebersihan berjalan selama libur Nataru.
“Wisata yang aman harus dibarengi dengan lingkungan yang bersih dan nyaman. Pengelola wajib menyediakan tempat sampah dan memastikan pengelolaannya berjalan baik agar Sumenep tetap bersih selama libur Nataru,” harap Andrie.
Selain itu, pengelola destinasi wisata juga diminta menyiapkan posko pengamanan dan menghadirkan tim kesehatan di setiap lokasi wisata.
“Kami ingin wisatawan merasa aman dan terlindungi. Karena itu, posko pengamanan dan tim kesehatan harus tersedia sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama,” pungkasnya.
Pemkab Sumenep berharap seluruh destinasi wisata siap menyambut libur Nataru 2025 dengan pelayanan yang aman, tertib, dan berkualitas, sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata daerah. (REDJAVA****)












