JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebagai daerah dengan peringkat kedua tertinggi penderita Tuberkulosis (TBC) di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tak tinggal diam.
Melalui Dinas Kesehatan P2KB, Pemkab kembali menggeber program Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOS TBC) demi menekan laju penularan penyakit menular ini.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Syahwan Effendi, mengatakan bahwa penemuan kasus TBC dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif, sehingga dibutuhkan penanganan kolektif, sistematis, dan terintegrasi lintas sektor.
“Situasi ini perlu penanganan TBC yang sistematis dan kolektif dari berbagai unsur dengan pola integratif secara multisektoral,” ujar Syahwan, Minggu (9/11/2025).
Langkah ini, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Sumenep untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2039.
Pemkab juga memperkuat kemitraan dan integrasi di tingkat daerah sebagai fondasi pencegahan dan penanggulangan yang berkelanjutan.
Dari data Dinkes P2KB, kasus TBC di Sumenep tahun 2023 tercatat sebanyak 2.556 jiwa, naik menjadi 2.589 jiwa pada tahun 2024, sementara hingga akhir Oktober 2025 telah ditemukan 2.209 kasus baru.
“Untuk mencapai eliminasi TBC, Pemkab membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari unsur multisektoral, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media,” tegas Syahwan.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan di akar masyarakat, Pemkab Sumenep berharap rantai penularan TBC bisa segera diputus dan cita-cita Sumenep bebas TBC 2039 bukan sekadar wacana. (REDJAVA****)











