JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep kembali menggelar Babak Penyisihan Intelligent Students Competition (ISCO) bidang Matematika dan IPA (MIPA) jenjang sekolah dasar tingkat kabupaten tahun 2025, Senin, 27 Oktober 2025.
Kompetisi tahunan ini diikuti 162 siswa terbaik dari 27 kecamatan, terdiri atas tiga pemenang bidang Matematika dan tiga pemenang bidang IPA di tiap kecamatan.
Pelaksanaan babak penyisihan dilakukan secara daring untuk delapan kecamatan kepulauan dan luring untuk 19 kecamatan daratan di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Kecamatan Kota Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., mengatakan ISCO MIPA menjadi instrumen penting dalam mengukur kualitas pembelajaran sains dan numerasi di jenjang sekolah dasar.
“Kompetisi ini bukan sekadar lomba akademik, tetapi bagian dari proses membangun budaya ilmiah di kalangan siswa SD. Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap logika dan sains sejak dini,” kata Agus, Senin (27/10/2025).
Menurut Agus, pelaksanaan ISCO MIPA juga menjadi bentuk kesetaraan kesempatan belajar antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Sumenep adalah daerah kepulauan. Prinsip kami jelas: tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena letak geografisnya. Karena itu, sistem pelaksanaan kami rancang inklusif,” kata Agus menegaskan.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa penyisihan ini akan menyaring 10 peserta terbaik dari masing-masing mata pelajaran, yang kemudian melaju ke babak final pada 29 Oktober 2025.
“Dari hasil final nanti akan ditentukan empat juara terbaik di tiap mata pelajaran, baik untuk wilayah daratan maupun kepulauan,” tutur Ardiansyah.
Ia menilai, penyelenggaraan ISCO MIPA merupakan refleksi dari sistem pembinaan yang berorientasi mutu dan berkelanjutan.
“Ajang ini menegaskan bahwa pendidikan dasar di Sumenep telah memiliki arah pembinaan yang kuat. Guru dan sekolah kini jauh lebih siap menghadapi kompetisi akademik seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Rasul Hariz, S.Sos., M.M.Pd., Analis Kebijakan Subkoordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD, memandang ISCO MIPA sebagai laboratorium kebijakan pendidikan yang berfungsi menguji efektivitas pembelajaran di sekolah dasar.
“Kompetisi ini memberi gambaran objektif tentang bagaimana capaian belajar siswa di setiap kecamatan, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperkuat strategi pembinaan ke depan,” kata Rasul.
Ia menambahkan, pelibatan aktif sekolah dan peserta dari kepulauan menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.
“Antusiasme peserta dari kepulauan tahun ini luar biasa. Mereka datang dengan semangat yang sama kuatnya dengan peserta daratan. Ini tanda pendidikan di Sumenep sedang menuju keseimbangan yang sehat,” ujar Rasul menutup.
Ajang ISCO MIPA 2025 menjadi salah satu upaya konkret Dinas Pendidikan Sumenep dalam memperkuat visi Sumenep Cerdas—sebuah gerakan membangun generasi muda berkarakter ilmiah, tangguh, dan berdaya saing, tanpa sekat wilayah dan batas peluang. (REDJAVA****)









