Bazar UMKM 2025 di Pasongsongan: Sinergi UD Al Hikmah, E-Tong, dan Keraton Langit Corporation Dorong Pertanian Modern di Sumenep

Minggu, 26 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Desa untuk Nusantara: Bazar UMKM 2025 di Pasongsongan Jadi Gerakan Baru Kebangkitan Ekonomi Lokal

Dari Desa untuk Nusantara: Bazar UMKM 2025 di Pasongsongan Jadi Gerakan Baru Kebangkitan Ekonomi Lokal

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di bawah terik matahari yang hangat dan semilir angin utara Madura, halaman Toko Pertanian UD Al Hikmah di Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mendadak menjadi lautan manusia.

Ratusan warga, petani, dan pelaku UMKM datang berbondong-bondong menghadiri Bazar UMKM 2025, sebuah inisiatif kolaboratif antara UD Al Hikmah, PT E-Tong, dan Keraton Langit Corporation.

Namun di balik keriuhan itu, ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar transaksi jual beli. Di sana, semangat kebangkitan ekonomi desa berdenyut, menandai babak baru perubahan menuju pertanian modern dan berdaya saing.

Manager Keraton Langit Corporation, Masyuni Ramadhan, S.M., tampil sebagai figur sentral yang menggerakkan kolaborasi ini. Dengan nada penuh keyakinan, ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar event, melainkan langkah nyata menuju kemandirian ekonomi rakyat.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi wadah bagi petani dan pelaku UMKM untuk berjejaring, belajar, dan tumbuh bersama. Pertanian modern tidak bisa berjalan sendiri, harus ada sinergi antara edukasi, inovasi, dan pemasaran,” kata Masyuni Ramadhan kepada media ini.

Bagi Masyuni, desa bukan entitas pasif yang menunggu perhatian, melainkan pusat kekuatan baru ekonomi Indonesia jika dikelola dengan semangat kolaboratif.

“Kemandirian ekonomi tidak lahir dari bantuan instan, tapi dari keberanian masyarakat desa membangun sistemnya sendiri. Itulah yang ingin kami mulai dari Pasongsongan,” imbuhnya.

Dengan nada reflektif, ia menambahkan bahwa kolaborasi semacam ini menjadi bukti nyata transformasi sosial berbasis komunitas, di mana dunia usaha dan masyarakat berjalan beriringan.

“Kami percaya, masa depan ekonomi Sumenep bahkan Madura akan lahir dari desa. Dari tangan-tangan petani, dari kreativitas UMKM lokal, dan dari kemauan untuk berubah,” tutup Masyuni dengan penuh optimisme.

Dukungan teknis datang dari PT E-Tong, yang bersama UD Al Hikmah menghadirkan sesi konsultasi pertanian gratis. Para petani diajak berdiskusi tentang pemupukan berimbang, efisiensi penggunaan pupuk, dan penerapan sistem pertanian ramah lingkungan.

Manager PT E-Tong menegaskan bahwa keberlanjutan tidak cukup dengan produktivitas, tetapi juga dengan pengetahuan.

“Kami berkomitmen membantu petani agar tidak hanya produktif, tapi juga efisien dan ramah lingkungan. Pengetahuan adalah kunci agar petani kita mampu bersaing di era digital,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani di era modern.

“Petani sekarang tidak cukup hanya bekerja keras. Mereka harus bekerja cerdas, memanfaatkan teknologi, dan memahami tanahnya sendiri. Itulah masa depan pertanian kita,” tegasnya.

Owner UD Al Hikmah, Moh. Saleh, menjelaskan bahwa Bazar UMKM ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Tujuannya sederhana namun besar: membangkitkan kesadaran bahwa kekuatan ekonomi sesungguhnya berawal dari desa.

“Desa Lebeng Barat punya potensi besar. Dengan dukungan pelaku usaha seperti PT E-Tong dan Keraton Langit, pertanian di sini bisa lebih maju dan mandiri,” katanya.

Di tengah riuhnya tawa anak-anak, aroma makanan olahan lokal, dan deretan produk hasil pertanian, bazar itu menjelma menjadi miniatur kemandirian ekonomi desa tempat edukasi, inovasi, dan harapan bertemu.

Bazar UMKM 2025 bukan sekadar kegiatan lokal. Ia adalah gerakan kecil dengan dampak besar, menyalakan bara semangat ekonomi dari akar rumput.

Dengan semangat “Dari Pasongsongan untuk Sumenep Mandiri”, kolaborasi antara UD Al Hikmah, PT E-Tong, dan Keraton Langit Corporation menjadi simbol bagaimana desa mampu menulis kisah suksesnya sendiri bukan menunggu perubahan dari atas, melainkan menciptakannya dari bawah. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Sosok Mikaila Zahra Maghfira, Siswi Pembawa Bendera Merah Putih di Upacara Hardiknas dan Harkitnas 2026 Pemkab Sumenep
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Dorong SDM Unggul dan Desa Mandiri
Bapenda Sumenep Gelar Rakor HLM Dorong Digitalisasi dan Peningkatan PAD
Polres Sumenep Edukasi Pelajar Lewat Samsat Ka Sakolah, Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas dan Pajak Kendaraan Sejak Dini
Dengan Ucapan Basmalah, Lapangan Raden Soepeno di Paseraman Resmi Dibuka, Jadi Pusat Baru Sepak Bola Kangean
Wabup Sumenep Ajak Pelajar Tertib Pajak dan Disiplin Berlalu Lintas Lewat Program Samsat Ka Sakolah
Pemkab Sumenep Apresiasi HCML, Program PPM Rp 2,5 Miliar Difokuskan untuk Tiga Kecamatan Kepulauan
Terima Kunjungan Syeikh Muhammad Husein Qadafi, Kapolres Sumenep Pererat Sinergitas Polri dan Ulama

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:19 WIB

Sosok Mikaila Zahra Maghfira, Siswi Pembawa Bendera Merah Putih di Upacara Hardiknas dan Harkitnas 2026 Pemkab Sumenep

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:26 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Dorong SDM Unggul dan Desa Mandiri

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:17 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Rakor HLM Dorong Digitalisasi dan Peningkatan PAD

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:27 WIB

Polres Sumenep Edukasi Pelajar Lewat Samsat Ka Sakolah, Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas dan Pajak Kendaraan Sejak Dini

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:54 WIB

Dengan Ucapan Basmalah, Lapangan Raden Soepeno di Paseraman Resmi Dibuka, Jadi Pusat Baru Sepak Bola Kangean

Berita Terbaru