JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana berbeda tampak di Rutan Kelas IIB Sumenep pada Senin (13/10/2025). Puluhan siswa-siswi dari SMP Terpadu Miftahul Ulum Kapedi tampak antusias mengikuti kegiatan studi lapangan dalam rangka kajian Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Kedatangan para siswa disambut langsung oleh jajaran Rutan Sumenep. Dalam kesempatan itu, mereka diperkenalkan dengan berbagai kegiatan pembinaan yang dijalankan bagi warga binaan.
Kasubsi Pengelolaan Rutan Kelas II B Sumenep Agus Heris menjelaskan, kunjungan seperti ini menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda untuk memahami arti hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin para siswa melihat langsung bahwa pembinaan di Rutan dilakukan dengan pendekatan manusiawi dan edukatif. Ini bagian dari pembelajaran nyata tentang pentingnya menaati hukum dan menghargai hak orang lain,” ujarnya.
Selain menerima materi seputar nilai-nilai kewarganegaraan, para siswa juga diajak berkeliling melihat langsung proses pembinaan di dalam Rutan. Salah satu yang menarik perhatian mereka adalah kegiatan membatik yang dikenal dengan “Batik Catra”, program unggulan Rutan Sumenep dalam pembinaan kemandirian warga binaan.
Sementara itu, Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan pelajar ke lembaga pemasyarakatan adalah wujud nyata pendidikan karakter di luar kelas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tapi juga tempat belajar, tempat memperbaiki diri, dan tempat menumbuhkan semangat baru bagi warga binaan,” ujar Heri Sutriadi kepada media ini, Selasa (14/10/2025)
Ia menambahkan, Rutan Sumenep terus berupaya menghadirkan inovasi pembinaan, salah satunya lewat pelatihan keterampilan seperti batik, pertukangan, dan pertanian, agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang bermanfaat.
“Kami ingin anak-anak muda yang berkunjung ke sini bisa belajar bahwa kesalahan bukan akhir dari segalanya. Dengan niat dan usaha, setiap orang bisa berubah menjadi lebih baik,” tutur Heri Sutriadi menambahkan.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama antara siswa, guru, serta petugas Rutan. Suasana hangat dan penuh semangat tampak dari wajah para peserta yang mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari kunjungan tersebut.
“Kunjungan seperti ini bisa menumbuhkan empati dan kesadaran hukum bagi generasi muda,” pungkas Heri. (REDJAVA****)








