JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana halaman SMAN 1 Sumenep pada Selasa (7/10/2025) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa tampak berdesakan di bawah sinar matahari, berebut buku bacaan dari mobil Perpustakaan Keliling (Perpusling) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Selasa (07/10/2025)
Kegiatan ini berlangsung di bawah matahari, bahkan di bawah terik sinar matahari yang cukup menyengat. Namun hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat para pelajar. Mereka tetap asyik memilih dan membaca buku seolah panas tak berarti apa-apa dibanding kegembiraan menemukan bacaan baru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Literasi SMAN 1 Sumenep, sebuah ajang tahunan yang digelar sekolah untuk menumbuhkan semangat membaca di kalangan siswa. Kehadiran Perpusling sukses menjadi daya tarik tersendiri dan menghadirkan suasana literasi yang hidup di area sekolah.
Begitu mobil buku dibuka, para pelajar langsung menyerbu. Ada yang duduk di atas paving halaman, ada yang berdiri di bawah sinar matahari sambil membuka halaman demi halaman buku. Keringat bercucuran, tapi senyum mereka tak hilang.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka berebut memilih buku, lalu membaca dengan semangat tinggi. Bahkan panas terik matahari tidak membuat mereka berhenti,” ujar Drs. Syaiful Bahri, Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, di sela kegiatan.
Menurut Syaiful, semangat literasi seperti ini menunjukkan bahwa minat baca di kalangan pelajar Sumenep masih tumbuh kuat dan hidup.
“Ada siswa yang tetap duduk di bawah terik sinar matahari sambil membaca. Itu luar biasa! Mereka menikmati bacaan seolah sedang berada di taman yang sejuk,” tuturnya dengan bangga.
Ia menjelaskan, kehadiran Perpusling dalam Pekan Literasi merupakan bentuk dukungan konkret Dispusip Sumenep terhadap dunia pendidikan. Perpusling hadir bukan sekadar membawa buku, tetapi juga membawa semangat baru bagi siswa agar semakin dekat dengan dunia literasi.
“Kami ingin memudahkan akses anak-anak terhadap bacaan. Jadi bukan mereka yang datang ke perpustakaan, tetapi perpustakaan yang datang menemui mereka,” jelasnya.
Bang Ipong sapaan akrabnya menambahkan, membaca di ruang terbuka di bawah sinar matahari justru memberi pengalaman berbeda bagi siswa.
“Mereka belajar menikmati buku dalam suasana alam terbuka. Di bawah matahari, di tengah keringat, tapi tetap bahagia. Itulah literasi yang sesungguhnya: hidup, menyala, dan membebaskan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Sumenep yang konsisten menyelenggarakan Pekan Literasi sebagai wadah pembentukan karakter pelajar.

“Kalau semua sekolah di Sumenep punya semangat seperti ini, saya yakin budaya membaca akan tumbuh kuat. Buku akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak,” pungkasnya.
Pekan Literasi di SMAN 1 Sumenep pun berakhir dengan wajah-wajah ceria para siswa yang masih tenggelam dalam bacaan. Di bawah sinar matahari yang kian terik, semangat literasi mereka justru semakin menyala. Hari itu, literasi benar-benar hidup bukan di ruang ber-AC, tapi di halaman sekolah yang penuh semangat dan peluh kebahagiaan. (REDJAVA****)













