JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Lautan jamaah memadati Masjid Miftahul Ulum, Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Sumenep, pada malam Sabtu (13/9/2025).
Mereka hadir dalam pengajian umum Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan haul KH Nawawi dan KH Marzuki, dua ulama besar pendiri masjid.
Pantauan media sejak pintu masuk jalan menuju masjid sudah dipadati kendaraan. Banyak warga terpaksa berjalan kaki karena area sekitar masjid penuh sesak oleh jamaah.

Acara ini dihadiri Forkopimka Dungkek, Kepala Desa Romben Guna, Kepala Desa Bicabbi, tokoh agama, tokoh masyarakat, para alumni, dan ratusan jamaah dari berbagai daerah.
Acara dimulai dengan pembacaan sholawat Nabi yang diiringi Hadrah Al-Banjari. Suara rebana berpadu dengan lantunan sholawat membuat suasana terasa syahdu. Tak sedikit jamaah yang ikut bershalawat dengan mata terharu.
Suasana haru semakin terasa ketika Abu Zairi dari BAZNAS Sumenep menyerahkan santunan kepada 16 anak yatim.

“Memberikan santunan di momentum mulia ini adalah bentuk cinta kepada Rasulullah SAW yang sangat menganjurkan kita untuk menyayangi anak yatim,” ujar Abu Zairi.
Ketua panitia, Ahnan Mashuri, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya acara besar ini.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni, simpatisan, dan masyarakat yang telah membantu pelaksanaan Maulid Nabi ini. Semoga semua jerih payah menjadi amal ibadah dan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” jelasnya.
“Kami mohon maaf atas segala kekurangan. Kepada para alumni, mari kita terus kokohkan silaturahmi dan mempererat ukhuwah di antara kita,” tambahnya.
Puncak acara semakin semarak saat Lora Misbahur Surur atau Ra Surur dari Kabupaten Pamekasan tiba di lokasi.
Ribuan jamaah berdiri, menyambut dengan taburan kembang, gema takbir, dan wajah penuh haru. Kehadiran ulama kharismatik ini membuat suasana semakin hidup.
Lora Suhur dalam tausiyahnya yang menekankan pentingnya meneladani Rasulullah SAW.

“Hadir di majelis ini bukan sekadar memenuhi undangan. Lebih dari itu, kita dituntut untuk benar-benar meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata Gus Suhur.
Ia menambahkan, Rasulullah adalah teladan dalam segala aspek kehidupan.
“Kalau rumah tangga ingin damai, teladani Rasulullah. Kalau masyarakat ingin rukun, ikutilah akhlak Rasulullah. Kalau bangsa ingin mulia, jadikan Rasulullah sebagai pedoman,” jelasnya.
Gus Suhur juga mengingatkan jamaah agar memperbanyak membaca sholawat.
“Dengan memperbanyak sholawat, hati kita akan tenang, hidup kita dipenuhi keberkahan, dan Allah SWT akan memudahkan segala urusan kita,” pungkasnya.
Sisi lain di sekitar masjid, puluhan pedagang kecil hingga pelaku UMKM lokal tampak berjualan makanan dan minuman.

Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus memberikan berkah ekonomi bagi warga sekitar.
Menjelang akhir acara, ribuan jamaah bersama-sama menengadahkan tangan untuk berdoa memohon keselamatan, keberkahan, dan syafaat Rasulullah SAW.
Malam itu benar-benar menjadi momentum yang menyatukan umat dalam cinta Rasulullah, penghormatan kepada ulama, kepedulian sosial, serta silaturahmi yang semakin erat. (REDJAVA****)













