JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Usai memberikan ceramah keagamaan di Kecamatan Saronggi, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH. Moh. Zuhri Zaini, melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke kediaman Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., di rumah dinas Jalan Dr. Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (06/09/2025).
Dalam kesempatan itu, KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan bahwa silaturahmi antara ulama dan umara merupakan bagian penting dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
“Pertemuan seperti ini bukan hanya sebatas kunjungan biasa, tetapi menjadi penguat ikatan batin antara ulama dan pemimpin daerah demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Lebih lanjut, KH. Zuhri menegaskan bahwa kehadiran ulama di tengah-tengah masyarakat harus selalu memberikan pencerahan, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun nilai religius dan moral bangsa.
“Ulama dan umara itu ibarat dua sisi mata uang, keduanya harus berjalan seiring agar masyarakat mendapatkan manfaatnya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyambut baik kunjungan ulama kharismatik tersebut. Ia menilai, dukungan dan doa dari para kiai menjadi kekuatan besar dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Kami merasa terhormat atas kedatangan KH. Moh. Zuhri Zaini. Kehadiran beliau adalah berkah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkhidmat kepada masyarakat. Doa dan bimbingan ulama adalah energi moral yang tidak ternilai,” ujarnya.
KH. Imam Hasyim menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan sinergi dengan ulama agar pembangunan berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
“Ulama memiliki kedudukan penting sebagai penuntun umat. Karena itu, pemerintah daerah akan selalu membuka ruang untuk kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pembinaan akhlak masyarakat,” jelasnya.
Sosok orang nomer dua di Kabupaten Sumenep juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal program pembangunan fisik, melainkan juga membangun jiwa masyarakat.
“Yang terpenting adalah membangun manusia Sumenep yang beriman, berakhlak, dan berilmu. Itu hanya bisa terwujud dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan para ulama,” tutupnya. (REDJAVA****)










