JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ribuan mata tak bisa melepaskan pandangan saat sepeda hias nomor urut 09 dari Kecamatan Dungkek melintas di jalan utama pawai Sabtu (24/08).
Peserta ini bukan hanya cantik dan elegan, tapi juga menampilkan kekayaan tradisi yang memukau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Dungkek, Rusliyanto, menyampaikan dengan penuh semangat.
“Kami sengaja mengangkat konsep tradisional Sumenep, mas. Tujuannya agar masyarakat kita tetap mencintai dan melestarikan kearifan lokal yang menjadi identitas kota keris ini.” ujarnya disela-sela kegiatan.
Sorakan penonton pecah berulang kali, terutama ketika 13 siswi cantik dengan kebaya merah dan mahkota dari daun Siwalan mengayuh sepeda hias mereka.
“Nomor sembilan ini layak juara! Unik banget!” teriak Sri, seorang pengunjung sambil mengabadikan momen tersebut dengan ponsel.
Keindahan sepeda hias ini tidak hanya dari pakaian anak-anak. Setiap detail dirancang dengan cermat: sarung batik sebagai bawahan, rangkaian bambu, daun Siwalan, daun kelapa, timba Siwalan, geddeng, hingga hasil bumi lokal seperti terong, tomat, dan kacang panjang menjadi bagian dari hiasan yang memukau mata.
Semua itu memadukan tradisi dan kreativitas dalam harmoni yang indah.
“Kami berharap ini bukan sekadar lomba, tapi juga sarana untuk mengingatkan masyarakat bahwa kearifan lokal harus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya,” tutup Rusliyanto.
Penonton terus bersorak, kamera ponsel berderet mengabadikan momen, dan senyum para siswi yang bangga semakin menambah meriahnya suasana.
Kekompakan, keunikan, dan keindahan peserta Dungkek ini membuat banyak yang percaya mereka memang layak menjadi juara. (REDJAVA****)












