JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Penutupan rangkaian lomba dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, berlangsung meriah dan penuh warna.
Atraksi kesenian tradisional jaran serek menjadi pusat perhatian ratusan warga sejak siang.

Sebanyak 40 ekor kuda hias menampilkan keanggunan dan kegesitan mereka, dihiasi ornamen warna-warni, sambil dipandu penunggang dan pawang berpengalaman yang mengenakan kostum tradisional khas Madura.
Iringan musik tradisional menambah semarak suasana, membuat penonton larut dalam sorak-sorai dan kegembiraan.
Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika Sekretaris Camat Rubaru, Saroji, disuruh menaiki salah satu jaran serek.

Dengan sedikit cemas namun bersemangat, ia berseloroh di hadapan penonton:
“Untung tidak jatuh!” ucapnya sambil tersenyum
Ucapan itu membuat penonton tersenyum dan riuh tepuk tangan. Aksi tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan keberanian tokoh lokal yang ikut berpartisipasi dalam melestarikan tradisi budaya.
Saroji menegaskan pentingnya kegiatan ini.
“Parade jaran serek bukan sekadar hiburan, tapi sarana pelestarian budaya lokal. Masyarakat Rubaru menunjukkan semangat tinggi untuk menjaga warisan leluhur,” singkatnya.
Warga dari berbagai dusun sekitar Mandala terlihat antusias menyaksikan atraksi tersebut, beberapa bahkan enggan beranjak hingga pertunjukan usai.
Kehadiran jaran serek di penutupan HUT RI ke-80 ini menjadi simbol kebersamaan, semangat kemerdekaan, dan kebanggaan atas tradisi budaya Madura. (REDJAVA****)











