JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel kembali ditegaskan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Melalui kegiatan Implementasi Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip (GNSTA) 2025, Kemenag Jatim menggandeng seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep untuk memperkuat kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan arsip yang profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Sumenep ini dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Muh. Rifa’i Hasyim, mewakili Kepala Kantor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa arsip bukan sekadar tumpukan dokumen administratif, melainkan aset strategis dalam menjaga memori institusi dan mendukung praktik good governance.
“Pengelolaan arsip yang tertib bukan hanya kewajiban administratif, tetapi wujud dari tanggung jawab moral dan profesional ASN dalam menciptakan layanan publik yang berkualitas,” kata Rifa’i.
Hadir sebagai narasumber utama, Saderi Wibisono, Arsiparis Kanwil Kemenag Jatim, memberikan pembekalan mendalam seputar kebijakan dan teknis pengelolaan arsip dinamis maupun statis.
Ia menyoroti bagaimana arsip dapat menjadi alat bukti hukum, referensi sejarah, hingga sumber informasi yang bernilai strategis bagi institusi.
“Arsip adalah denyut nadi organisasi. Jika tidak dikelola dengan baik, maka sejarah dan akuntabilitas kita bisa tergerus. Itulah pentingnya gerakan sadar arsip ini kita kuatkan bersama,” ujar Saderi di hadapan peserta.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari seluruh seksi dan unit kerja Kemenag Sumenep. Atmosfer acara berlangsung interaktif, dengan diskusi aktif dan tanya jawab yang mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami peran penting arsip sebagai pilar akuntabilitas institusi.
“Melalui GNSTA ini, Kami Kemenag Jatim berharap seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di Kabupaten Sumenep, dapat semakin membudayakan perilaku tertib arsip dan menjadi pelopor dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan modern,” pungkasnya. (REDJAVA****)









