KUA Kota Sumenep Gaungkan Gerakan Nasional GELIAT: Tangkal Nikah Dini, Bangun Generasi Sehat dan Hebat

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUA Kota Sumenep Gaungkan Gerakan Nasional GELIAT: Tangkal Nikah Dini, Bangun Generasi Sehat dan Hebat

KUA Kota Sumenep Gaungkan Gerakan Nasional GELIAT: Tangkal Nikah Dini, Bangun Generasi Sehat dan Hebat

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langkah progresif dalam mencegah pernikahan usia anak kembali digaungkan. Kamis (31/7), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Sumenep menggelar Seminar Nasional Gerakan Lajang Indonesia Anti Tergesa Nikah (GELIAT), bertajuk “Stop Stunting, Skip Nikah Dini! Remaja Sehat, Masa Depan Hebat”, bertempat di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Terate.

Kegiatan edukatif ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, yang menekankan bahwa pencegahan nikah dini bukan sekadar isu keluarga, tapi menyangkut masa depan bangsa.

“GELIAT adalah upaya bersama untuk membentuk kesadaran kolektif. Remaja berhak tumbuh dan berkembang secara utuh tanpa diburu-buru memasuki jenjang pernikahan. Menunda nikah dini bukan berarti menolak pernikahan, tapi memberi ruang bagi remaja menyiapkan diri secara mental, fisik, dan sosial,” tegas Abdul Wasid di hadapan ratusan peserta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seminar ini menghadirkan empat narasumber lintas sektor yang memberikan perspektif menyeluruh terkait bahaya pernikahan anak.

Baca Juga :  Dari Tanah Santri Menuju Tanah Suci: 932 Koper Jemaah Haji Sumenep Diberangkatkan

Kepala KUA Kecamatan Kota Sumenep, Marwan, dalam pengantarnya menyoroti pentingnya literasi keluarga bagi remaja sejak dini. Menurutnya, pemahaman utuh tentang peran suami-istri, tanggung jawab pengasuhan, dan kesiapan mental merupakan prasyarat penting dalam membangun rumah tangga yang sehat.

Dari sisi kebijakan kependudukan, R.A. Farah Diba Yulia dari BKKBN memaparkan strategi nasional penurunan angka stunting, yang salah satunya dilakukan melalui penundaan usia pernikahan. Ia menampilkan data korelasi antara nikah dini dan tingginya prevalensi stunting di Indonesia.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Gagas Perubahan: Sinergi Iman dan Alam Lewat Gerakan Hijau Nasional

Sementara itu, Fatimatul Insyoniah dari Puskesmas Pandian memberikan gambaran konkret risiko medis yang membayangi kehamilan usia muda, mulai dari komplikasi persalinan hingga gizi buruk pada bayi.

Melengkapi perspektif psikologis, Ning Hielma Hasanah, seorang psikolog muda, menyoroti tekanan sosial dan budaya yang kerap memaksa remaja perempuan menikah dini. Ia menekankan pentingnya self-esteem dan resilience dalam membentuk karakter remaja tangguh.

Acara ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, penyuluh agama, hingga tokoh masyarakat. Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa GELIAT tak sekadar seminar, tapi gerakan perubahan sosial yang menjanjikan masa depan lebih cerah bagi generasi muda.

“Kami berharap GELIAT menjadi gerakan masif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor, pernikahan usia anak bisa kita tekan, dan generasi muda Sumenep tumbuh sebagai pribadi yang matang, sehat, dan siap bersaing di era global,” pungkas Marwan, yang juga menjadi penggagas kegiatan.

Dengan semangat literasi, kesehatan, dan pemberdayaan remaja, GELIAT bukan sekadar akronim, tetapi simbol perlawanan terhadap siklus kemiskinan struktural yang bermula dari nikah dini. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Mengambil Tempat di Pesisir Pantai, Netral Community Desa Pabean Arjasa Deklarasikan Paslon FAHAM

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU