JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Semangat pengabdian melalui jalur pendidikan kembali digaungkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, KH. Abdul Hannan Tibyan, dalam momentum Apel Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren dan Sekolah (MPLPS) bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026, Senin (21/7/2025).
Bertempat di halaman SMA Puncak Darussalam, kegiatan ini menjadi penanda awal perjalanan pendidikan bagi para siswa baru dari tiga jenjang lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan LPI Puncak Darussalam: SD, SMP, dan SMA Puncak Darussalam, Pamekasan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan, KH. Muhammad Musyaddad, jajaran guru, serta seluruh peserta didik baru yang akan mengisi lembar baru dalam sejarah hidup mereka.
Dalam sambutannya, KH. Abdul Hannan Tibyan menegaskan bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang tak bisa ditawar. Salah satu medan perjuangan yang luhur dan mulia adalah pendidikan.
“Hidup adalah suatu perjuangan, maka siapapun yang tidak mau berjuang, maka sebenarnya mereka sudah tidak memiliki bagian dari hidupnya. Dan salah satu cara berjuang adalah melalui pendidikan,” ungkap beliau dengan penuh semangat di hadapan ratusan peserta apel.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya MPLPS. Pelepasan diawali dengan pembacaan basmalah, disusul tepuk tangan meriah dari seluruh peserta, menjadi momentum pembuka penuh harapan dan semangat.
Ketua Panitia MPLPS, Fakhri Zulkha, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan. Serangkaian agenda telah disiapkan oleh panitia, mulai dari pemberian materi pengenalan, pelatihan kedisiplinan, olahraga bersama, hingga berbagai permainan edukatif.
“Kami ingin memberikan kesan awal yang positif dan penuh semangat bagi seluruh siswa baru. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan pesantren, tapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan kebersamaan sejak awal,” tutur Fakhri.
Melalui kegiatan MPLPS ini, Puncak Darussalam menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mengedepankan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter santri yang tangguh, berakhlak, dan siap berjuang menghadapi masa depan.
Sebagaimana pepatah lama, “tak kenal maka tak sayang”, maka MPLPS menjadi langkah awal untuk mengenal, mencintai, dan berproses bersama di lingkungan pendidikan yang sarat nilai-nilai kebaikan. Dari sinilah, harapan dan cita-cita para siswa baru mulai ditanamkan dan dipupuk dengan sungguh-sungguh. (REDJAVA****)












