JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kecamatan Bluto terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan yang lebih humanis dan transformatif.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Madrasah Ramah Anak” yang digelar di MTs Annur Bluto, Ahad (20/7).
Acara ini diikuti oleh 29 kepala madrasah tingkat tsanawiyah se-Kecamatan Bluto. Hadir sebagai narasumber dua pengawas MTs Kecamatan Bluto, yakni Hidayah dan Fathor Arifin.
Dalam paparannya, Hidayah menekankan pentingnya pembelajaran yang menyentuh dimensi kemanusiaan.
“Pendidikan hari ini tak cukup hanya berfokus pada aspek kognitif. Kita perlu menyentuh sisi afektif peserta didik mengembangkan empati, kasih sayang, dan kepedulian,” ujarnya.
Ia juga mengenalkan konsep Pembelajaran Mendalam, yaitu pendekatan yang mendorong siswa untuk memahami materi secara bermakna dan mengasah kemampuan berpikir kritis.
Sementara Kurikulum Berbasis Cinta, menurut Hidayah, merupakan inovasi pembelajaran yang membangun relasi emosional positif antara guru dan siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.
Sementara itu, Fathor Arifin menyoroti isi Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 yang mendorong transformasi pendidikan agar lebih humanis, adaptif, dan relevan dengan tantangan era digital.
“Madrasah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman, tempat anak-anak merasa dihargai dan bahagia dalam proses belajar,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh MTs di Bluto untuk bersama-sama membangun ekosistem madrasah yang inklusif, penuh cinta, dan berorientasi pada pengembangan karakter. (REDJAVA****)











