JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah hangatnya senja pendidikan dasar, SDN Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mengukir perpisahan siswa kelas akhirnya dengan cara yang tak biasa.
Alih-alih berpesta di ruang tertutup, mereka memilih menjelajahi napas sejarah dan budaya lokal dalam wisata edukasi yang penuh makna dan inspirasi.
Kepala Sekolah SDN Pakandangan Sangra, Susilowati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penutup tahun ajaran yang dirancang bukan hanya sebagai kenangan, tetapi juga sebagai bekal jiwa bagi para siswa yang akan melangkah ke jenjang selanjutnya.
“Kami ingin anak-anak menutup masa kecilnya dengan hal-hal positif. Kami ajak mereka mengenal akar sejarah dan budaya yang menjadi identitas mereka sendiri, mulai dari museum hingga bandara satu-satunya di Madura,” ujar Susilawati kepada media ini, Sabtu (21/06/2025) malam.
Wisata edukasi tersebut mengajak siswa menyusuri peninggalan sejarah yang tersimpan rapi di Museum Keraton Sumenep, tempat yang menjadi saksi bisu kemegahan masa lampau.
Tak hanya itu, mereka juga diajak mengenal dunia modern lewat kunjungan ke Bandara Trunojoyo, satu-satunya akses udara di Pulau Madura simbol keterbukaan dan harapan masa depan.

“Betapa antusias mereka ketika melihat langsung peninggalan bersejarah, dan juga saat berdiri di tempat di mana pesawat lepas landas, seakan mereka sedang membayangkan masa depan yang akan mereka tuju,” tutur Susilawati.
Di balik kegiatan ini, terselip harapan besar: tumbuhnya rasa cinta terhadap budaya lokal dan terbukanya cakrawala berpikir anak-anak terhadap masa depan mereka.
“Harapannya, kegiatan ini menambah wawasan dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kekayaan budaya yang ada di sekitarnya,” imbuhnya.
Langkah kecil para siswa SDN Pakandangan Sangra dalam menapaki situs sejarah dan pintu gerbang transportasi modern menjadi simbol kuat. Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin menuju kedewasaan awal momen di mana anak-anak mulai beranjak menjadi pribadi pembelajar yang menghargai masa lalu dan siap menyongsong masa depan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi refleksi bagaimana pendidikan bisa dikemas secara inspiratif, menyentuh nurani, dan memerdekakan imajinasi. SDN Pakandangan Sangra memberi teladan bahwa pelepasan siswa tidak harus penuh formalitas dan air mata, tapi bisa menjadi perayaan intelektual yang menyulut semangat dan mimpi.
“Dengan mengenal sejarah dan budaya lokal, kami berharap mereka lebih mencintai tempat asalnya sekaligus siap melangkah dengan semangat baru menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkas Susilawati, S.Pd. (REDJAVA****)










