JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) NR 03 Sub Kelompok 06 menggagas sosialisasi pengelolaan sampah organik melalui penggunaan komposter skala rumah tangga.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (8/6) di Balai Desa Jimbaran Wetan dan disambut antusias oleh puluhan warga serta perangkat desa.
Dalam kegiatan bertajuk “Sosialisasi Wadah Komposter: Mewujudkan Masyarakat Mandiri Kelola Sampah dari Rumah” ini, para mahasiswa menyampaikan edukasi seputar jenis-jenis sampah organik, manfaat kompos bagi pertanian rumah tangga, hingga cara praktis membuat komposter menggunakan bahan yang tersedia di sekitar.
“Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kami untuk mengajak masyarakat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis,” ujar Riska Intan, Koordinator KKN NR 03 Sub Kelompok 06.
Kepala Desa Jimbaran Wetan, Umi, memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang diinisiasi mahasiswa ini. Ia menilai, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan desa yang masih menghadapi tantangan dalam sistem pengelolaan sampah terpadu.
“Saya berharap program seperti ini tidak sekadar bersifat sementara. Harus ada keberlanjutan agar masyarakat benar-benar terbiasa mengelola sampahnya sendiri dan tidak selalu bergantung pada petugas,” kata Umi.
Jimbaran Wetan sendiri dikenal sebagai kawasan semi-rural yang tengah berbenah menuju lingkungan yang bersih dan mandiri. Melalui pendekatan edukatif ini, mahasiswa KKN berharap dapat memicu perubahan perilaku di tingkat rumah tangga dimulai dari hal sederhana seperti memilah dan mengolah sampah dapur menjadi pupuk alami.
Selain sosialisasi, kelompok mahasiswa ini juga membagikan Buku Panduan Pembuatan Komposter kepada warga, lengkap dengan ilustrasi dan langkah-langkah aplikatif. Tidak hanya itu, selama masa KKN berlangsung, mereka membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi warga yang ingin mencoba membuat komposter pribadi di rumah masing-masing.
“Kompos adalah emas hitam dari dapur kita. Lewat pengelolaan yang tepat, kita bisa mengubah limbah menjadi berkah,” ujar Lisa, salah satu mahasiswa, menutup kegiatan dengan semangat.
Melalui program ini, mahasiswa UNTAG Surabaya berharap benih kesadaran lingkungan yang telah ditanam di Jimbaran Wetan dapat berkembang dan menular ke desa-desa lain, guna menciptakan lingkungan yang lebih hijau, subur, dan lestari. (REDJAVA****)











