JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — SMA Nurul Jadid kembali menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga pendidikan unggulan bertaraf global. Pada tahun ini, sekolah yang berlokasi di Jalan KH. Zaini Mun’im, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, tersebut dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan ujian internasional Bahasa Mandarin HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) dan HSKK (Hanyu Shuiping Kouyu Kaoshi), sekaligus mencetak prestasi gemilang dengan lima siswa yang lolos seleksi masuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui jalur Golden Ticket.
Pelaksanaan ujian HSK dan HSKK dijadwalkan pada Sabtu, 17 Agustus 2025, dan akan berlangsung dalam lima sesi. HSK menguji kemampuan membaca dan menulis peserta dalam enam tingkatan (HSK 1–6), sementara HSKK menilai kemampuan berbicara dengan tiga level: Dasar, Menengah, dan Lanjutan. Ujian ini diakui secara internasional dan menjadi syarat penting untuk studi ke Tiongkok, pengajuan beasiswa, hingga peluang karier lintas negara.
Adapun jadwal pelaksanaan ujian sebagai berikut:
– Sesi 1 (09.00 WIB): HSK 2, 4, dan 6
– Sesi 2 (11.25 WIB): HSKK Tingkat Menengah
– Sesi 3 (13.30 WIB): HSK 1, 3, dan 5
– Sesi 4 (15.40 WIB): HSKK Tingkat Dasar
– Sesi 5 (16.30 WIB): HSKK Tingkat Lanjutan
Biaya ujian berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 1.300.000, tergantung level ujian. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs chinesetest.cn. Setelah mendaftar dan mengunggah foto formal, peserta diminta mentransfer biaya ke rekening BNI 0688862063 a.n. Syamsul Hadi dan mengirimkan bukti ke 0859-4089-4322. Panitia juga menyiapkan fasilitas penginapan terjangkau bagi peserta luar kota, seperti Penginapan Aria dan Hotel Mash.
Ketua Penyelenggara, Syamsul Hadi, menyampaikan bahwa kepercayaan untuk kembali menjadi lokasi pelaksanaan ujian internasional ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kredibilitas dan kesiapan infrastruktur SMA Nurul Jadid dalam mendukung pendidikan berstandar global.
“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai gerbang menuju masa depan internasional bagi para santri dan pelajar,” ujarnya.
Tak hanya unggul dalam penyelenggaraan, SMA Nurul Jadid juga menuai prestasi membanggakan. Lima siswanya dinyatakan lolos jalur Golden Ticket UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebuah jalur khusus tanpa tes tulis bagi siswa dari sekolah mitra yang telah menjalin kerja sama formal (MoU) dengan kampus tersebut. Mereka adalah:
1. Siti Raihanatul Hariro – Tadris Bahasa Inggris
2. Rajni Ahmad Sofie Fadila – Hukum Tata Negara
3. Farah Nayla Amanina Ferdianinda – Matematika
4. Saventene Agustina Azhari – Sastra Arab
5. Rania Syahda Awandini – Teknik Arsitektur
Kelima siswa terpilih melalui proses seleksi internal yang ketat, mempertimbangkan prestasi akademik, keterlibatan organisasi, kepemimpinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Selain diterima tanpa tes, mereka juga memperoleh bebas UKT selama delapan semester dan prioritas pengembangan akademik di kampus.
Kepala SMA Nurul Jadid, Drs. Rahardjo, menyambut pencapaian ini dengan penuh syukur dan bangga.
“Ini adalah hasil kolaborasi seluruh elemen guru, orang tua, dan sistem pendidikan pesantren. Kami ingin terus mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara moral dan spiritual,” ujarnya.
Dengan pencapaian ganda ini, SMA Nurul Jadid semakin menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren yang mampu menjembatani tradisi keilmuan klasik dan tuntutan globalisasi. (REDJAVA****)












