JAVANETWORK.CO.ID.KEDIRI — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep sukses melaksanakan kegiatan study tour ke Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak 30 Mei hingga 1 Juni 2025 itu, dipusatkan di Wikrama English Course, salah satu lembaga kursus unggulan di kawasan tersebut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi, Suhartatik, M.Pd., didampingi tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Hodairiyah, M.Li., Fajar Budiyono, M.Pd., dan Jihat Nurrahman, M.Pd.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran mereka memberikan bimbingan intensif dan pengawasan akademik selama pelaksanaan program berlangsung.
Kunjungan ke Pare merupakan bagian dari strategi penguatan akademik dan pengembangan soft skills mahasiswa, terutama dalam aspek komunikasi lisan berbahasa Inggris.
Selama berada di Wikrama English Course, para mahasiswa mengikuti serangkaian pelatihan intensif, simulasi pembelajaran interaktif, dan forum percakapan lintas budaya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kelas, tetapi juga mampu membangun keberanian serta kompetensi berbicara secara aktif, khususnya dalam konteks lintas budaya,” ujar Suhartatik, M.Pd., dalam sambutannya saat pembukaan program, Minggu (01/06/2025)
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Mahasiswa tampak aktif terlibat dalam setiap sesi, mulai dari pelatihan dialog tematik, diskusi kelompok, hingga praktik public speaking.
Mereka juga berkesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah lain, memperkaya pengalaman belajar mereka dalam suasana yang kolaboratif dan menyenangkan.
Program study tour ini menjadi bagian dari langkah strategis Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep dalam mencetak lulusan yang adaptif, komunikatif, serta siap menghadapi tantangan global di dunia pendidikan dan profesi bahasa.
“Semoga semangat belajar dan keberanian berkomunikasi yang diperoleh dari Kampung Inggris dapat terus dibawa dan dikembangkan di lingkungan akademik kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Suhartatik. (REDJAVA****)









