JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mengambil langkah cepat dalam merespons bencana banjir rob yang melanda tiga pulau di Desa Saobi, Kecamatan Kangayan pulau Arjasa.
Banjir yang telah berlangsung selama beberapa hari itu tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, tetapi juga membawa serta tumpukan sampah, khususnya sampah plastik, yang sangat berisiko terhadap kesehatan masyarakat.
Kondisi lingkungan yang tercemar pascabanjir menjadi perhatian serius, terutama karena genangan air bercampur dengan limbah dan berbagai jenis sampah dapat menjadi media berkembangbiaknya berbagai penyakit, seperti diare, infeksi kulit, ISPA, dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh tenaga kesehatan di wilayah terdampak untuk siaga dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pihaknya juga mengimbau agar warga tidak menunda-nunda untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala penyakit yang mencurigakan.
“Apabila ada kondisi penurunan kesehatan, sekecil apa pun, segera lapor kepada tenaga kesehatan terdekat agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” ujarnya, Kamis (29/05/2025).
Sebagai bagian dari upaya preventif dan responsif, tim dari Puskesmas setempat juga akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari pemantauan kesehatan, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta bagaimana menangani limbah domestik yang tercampur air banjir.
“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tapi juga turun langsung untuk memantau kondisi di lapangan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan layanan kesehatan yang aktif dan menjangkau semua lapisan masyarakat, khususnya mereka yang sedang dalam situasi darurat,” jelasnya.
Selain itu, drg. Ellya juga mengingatkan pentingnya penggunaan air bersih untuk konsumsi dan kebersihan diri, serta menghindari kontak langsung dengan genangan air yang diduga tercemar.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menjaga sanitasi lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit pascabanjir.
“Semua elemen masyarakat harus bersinergi untuk menjaga kesehatan bersama, terutama dalam kondisi rawan seperti sekarang ini. Dinas Kesehatan akan terus hadir bersama warga untuk memastikan mereka tetap sehat dan aman pascabanjir,” tandasnya. (REDJAVA****)










