JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sejumlah perwakilan perguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep turut mengikuti kunjungan kerja dan silaturahmi Kapolda Jawa Timur bersama para Ketua Umum perguruan silat se-Jatim yang dipusatkan di Kota Madiun.
Kegiatan ini disiarkan secara virtual melalui Zoom dan diikuti dari Ruang Video Conference Mapolres Sumenep.
Turut hadir dalam Zoom Meeting tersebut, para Pejabat Utama (PJU) Polres Sumenep serta utusan dari berbagai perguruan silat seperti IPSI, PSHT, PSNU Pagar Nusa, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci, dan lainnya.
Dalam arahannya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terlebih menjelang datangnya bulan Suro yang kerap diwarnai isu-isu sensitif.
“Menjaga stabilitas bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, tokoh agama, perguruan silat, hingga masyarakat umum,” tegas Kapolda di hadapan Bupati dan Wali Kota Madiun, Forkopimda, serta para sesepuh dan ketua perguruan silat se-Jawa Timur.
Jawa Timur, menurut Irjen Nanang, kini tengah memasuki peran strategis sebagai gerbang Nusantara baru. Karena itu, iklim keamanan dan persatuan menjadi syarat mutlak untuk mendorong investasi, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak agar para pendekar pencak silat memaknai bela diri bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga sebagai seni, budaya, serta wahana membangun disiplin dan persaudaraan.
“Pencak silat adalah warisan luhur Nusantara. Mari jadikan momentum ini untuk mempererat persatuan dan membangun peradaban,” ajaknya.
Kapolda turut mengingatkan bahwa bulan Suro tidak boleh lagi menjadi momok konflik atau ajang balas dendam antar perguruan.
“Suro harus kita jadikan simbol budaya damai yang membanggakan Jawa Timur, bahkan di tingkat nasional dan internasional,” tutupnya.
Kegiatan tersebut juga ditandai dengan pembacaan Maklumat Aman Suro dan penandatanganan kesepakatan bersama oleh para Ketua Umum perguruan silat se-Jatim, sebagai wujud komitmen bersama menjaga kamtibmas.
Dikonfirmasi terpisah seusai kegiatan, Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K. mengapresiasi kehadiran dan partisipasi aktif perwakilan perguruan silat di wilayahnya.
“Kehadiran saudara-saudara semua adalah bukti nyata bahwa kita satu visi menjaga Sumenep tetap damai dan bermartabat,” ujarnya, Selasa (27/05/2025).
Ia berharap semangat yang terbangun dalam forum tersebut dapat diteruskan hingga ke tingkat akar rumput, menyentuh seluruh anggota perguruan.
“Sumenep dikenal sebagai daerah berbudaya dan religius. Partisipasi aktif dari civitas pencak silat akan sangat berarti dalam menjaga nama baik dan marwah daerah ini,” pungkasnya. (REDJAVA****)










