JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasyah, mengimbau masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah untuk segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas layanan terdekat jika mengalami gejala penyakit, sekecil apa pun.
“Jangan menunggu gejala bertambah parah. Segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika tubuh mulai menunjukkan keluhan yang tidak biasa,” ujar drg. Ellya saat dikonfirmasi, Kamis (15/5/2025).
Menurutnya, bencana banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik dan material, tetapi juga dapat memicu peningkatan risiko penyakit menular yang umumnya merebak dalam situasi darurat seperti ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa penyakit yang kerap muncul antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, leptospirosis, demam berdarah, hingga infeksi kulit akibat air kotor yang tercemar.
“Air banjir membawa banyak potensi bahaya, termasuk kotoran dan limbah yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, selain menjaga pola makan dan kebersihan diri, masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi dengan petugas kesehatan jika merasa tidak sehat,” tegasnya.
Dinkes Sumenep, kata drg. Ellya, telah mengerahkan tim surveilans dan tenaga kesehatan ke beberapa titik terdampak untuk melakukan pemantauan, pemeriksaan kesehatan, serta penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Langkah ini dilakukan guna meminimalisasi potensi penyebaran penyakit dan memastikan respons kesehatan berjalan optimal di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan puskesmas di masing-masing wilayah terdampak untuk memperkuat layanan, termasuk menyediakan obat-obatan dan tenaga medis yang siap siaga,” tambahnya.
Hingga saat ini, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep akibat curah hujan tinggi yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Kota, Batuan, Saronggi, Lenteng dan dataran rendah yang memiliki sistem drainase terbatas.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk BPBD, Dinas Sosial, serta aparat TNI-Polri, tengah bekerja sama dalam upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, penyediaan posko pengungsian, distribusi logistik, hingga pelayanan kesehatan keliling.
Selain itu, dr. Ellya juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi penyakit pascabanjir, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas air bersih, makanan yang dikonsumsi, dan lingkungan sekitar agar tetap higienis.
“Situasi ini harus kita hadapi bersama dengan gotong royong dan kepedulian antarsesama. Kesehatan adalah fondasi utama untuk bisa pulih lebih cepat dari dampak bencana,” pungkasnya. (REDJAVA****)








