JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ada pemandangan unik di Taman Tajamara, Minggu (16/3/2025) sore. Saat sebagian besar masyarakat menanti waktu berbuka puasa dengan jalan-jalan atau berburu takjil, puluhan anak-anak justru asik tenggelam dalam dunia buku di layanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) yang dihadirkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep.
Antusiasme luar biasa terlihat dari wajah-wajah kecil yang duduk berkelompok, membaca dengan penuh semangat. Beberapa anak yang lebih besar bahkan tampak mengajari adik-adiknya mengenal huruf dan kata, menjadikan ngabuburit tidak sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga ajang mencerdaskan diri dan berbagi ilmu.
Pustakawan Muda Dispusip Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membudayakan kegemaran membaca sejak dini, sekaligus menawarkan alternatif ngabuburit yang lebih bermanfaat.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai, tetapi juga menikmati petualangan dalam buku. Mereka bisa membaca, berdiskusi, dan bahkan belajar bersama dengan teman-temannya. Ini adalah cara menyenangkan untuk merangsang minat baca sejak dini,” ujarnya kepada media ini, Senin (17/03/2025).
Menurutnya, kehadiran Perpusling di ruang-ruang publik seperti Taman Tajamara adalah langkah strategis untuk mendekatkan buku ke masyarakat, terutama generasi muda.
“Dengan konsep “baca bareng, seru bareng”, anak-anak tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga berinteraksi dan bersosialisasi dalam lingkungan yang edukatif,” ungkapnya.
Apa yang dilakukan Dispusip Sumenep bukan hanya sekadar menghadirkan buku di ruang terbuka, tetapi menjadi bagian dari gerakan literasi massal. Di tengah tantangan digitalisasi yang sering membuat anak-anak lebih akrab dengan gadget daripada buku, inisiatif ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan.
Banyak orang tua yang turut mengapresiasi kegiatan ini. Mereka berharap program Perpusling bisa hadir lebih sering dan menjangkau lebih banyak tempat, sehingga semakin banyak anak yang memiliki akses mudah terhadap buku bacaan berkualitas.
“Bagi perpusling ini bukan hanya sekadar mobil berisi buku, tetapi sebuah gerakan sosial yang menghidupkan kembali budaya membaca kepada anak-anak,” pungkasnya.
Siapa bilang menunggu berbuka hanya bisa dengan bermain HP atau keliling cari takjil? Di Taman Tajamara, ngabuburit justru menjadi momen menambah ilmu, memperluas wawasan, dan membangun kebiasaan membaca sejak dini. (REDJAVA****)












