Turun Hujan di Musim Kemarau, Berikut Penjelasan BMKG Sumenep

Kamis, 1 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep, Usman Kholid, S.Sos, MSi

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep, Usman Kholid, S.Sos, MSi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pada hari Rabu, 30 Juli 2024 hingga hari ini terjadi hujan dan merata di Kabupaten ujung timur Pulau Madura, Kota Keris Sumenep dan sekitarnya.

Hal itu menurut Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Kalianget Sumenep, Usman Kholid, S.Sos, MSi mengatakan dikarenakan aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin.

“Hujan kemarin yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep diakibatkan aktifnya gelombang Rossby dan Kevin,” kata Usman Kholid, S.Sos, MSi saat dikonfirmasi awak media, Kamis (01/08/2024).

Baca Juga :  Rangkaian HUT Kemenkumham ke-78, Rutan Sumenep Gelar Lomba Voli Antar WBP

Gelombang Rossby adalah gerakan samudra yang besar dan bergelombang yang membentang secara horizontal di seluruh planet sejauh ratusan kilometer ke arah barat.

“Gelombang ini juga begitu besar dan masif sehingga dapat mengubah kondisi iklim Bumi,” ungkapnya.

Sedangkan Kevin adalah gelombang terperangkap pantai searah, yang mana amplitudo gelombang berkurang secara eksponensial menjauhi garis pantai, menghadap arah kecepatan fase.

Baca Juga :  Jajaran Polda Jatim Terima Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur di Hari Bhayangkara ke-77

“Kedua gelombang itulah yang menjadi sebab pemicu terjadinya pembentukan awan hingga turun hujan di musim kemarau, kemarin,” ungkapnya.

Pada bulan Agustus hingga bulan September diprediksikan menjadi puncak musim kemarau sehingga kalaupun turun hujan itu bukan berarti masuk musim penghujan.

“Jelasnya untuk bulan ini hingga bulan September mendatang telah memasuki puncak musim kemarau,” tegas Usman Kholid, S.Sos, MSi. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Dalam Sehari, Damkar Sumenep Tangani Evakuasi Genset dan Dua Kebakaran di Tiga Kecamatan

Berita Terkait

Audiensi FWS di Komisi I DPRD Sumenep Berlangsung Gayeng, Dorong Tata Kelola e-Katalog dan Anggaran Publikasi Lebih Transparan
Percasi Sumenep Genjot Latihan Intensif, Bidik Prestasi Gemilang di Kejurprov Catur Jawa Timur 2026
Usai Pulang Takziah, Warga Pulau Giliraja Dikejutkan Rumahnya Ludes Terbakar, Polisi Sebut Diduga Akibat Korsleting Listrik
Menjaga Asa Pendidikan, Pemkab Sumenep Mulai Proses Pencairan Beasiswa bagi 126 Mahasiswa
Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, BPS Sumenep Bangun Sinergi Strategis dengan Polres
Di Tengah Langit Mendung, KBS Sumenep Tebar Kebahagiaan Lewat 105 Bungkus Nasi BUNGTURAT
Hendak Ambil Kayu ke Ladang, Warga Lobuk Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Desa

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:21 WIB

Audiensi FWS di Komisi I DPRD Sumenep Berlangsung Gayeng, Dorong Tata Kelola e-Katalog dan Anggaran Publikasi Lebih Transparan

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:07 WIB

Percasi Sumenep Genjot Latihan Intensif, Bidik Prestasi Gemilang di Kejurprov Catur Jawa Timur 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:22 WIB

Usai Pulang Takziah, Warga Pulau Giliraja Dikejutkan Rumahnya Ludes Terbakar, Polisi Sebut Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:29 WIB

Menjaga Asa Pendidikan, Pemkab Sumenep Mulai Proses Pencairan Beasiswa bagi 126 Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:46 WIB

Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026

Berita Terbaru