Akibat Curah Hujan Tinggi, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tidak Stabil

Minggu, 17 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat Curah Hujan Tinggi, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tidak Stabil

Akibat Curah Hujan Tinggi, Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tidak Stabil

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Sumenep pada awal minggu pertama bulan suci Ramadhan 1445 masih relatif tinggi (mahal).

Meski demikian masyarakat tetap membeli kebutuhan pokok tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari pantauan awak media di pasar tradisional Anom Sumenep, sejumlah kebutuhan pokok yang sebelumnya mengalami kenaikan hingga saat ini belum juga stabil.

Baca Juga :  Bappeda dan BKPSDM Sumenep Tampil Memukau dengan Busana Adat Kalimantan di HUT RI ke-80

Hal tersebut sudah tentu tidak hanya menyulitkan para konsumen, namun kondisi ini juga sangat mempengaruhi nilai penjualan dari para pedagang.

Muhammad, salah satu pedagang di pasar Anom Sumenep mengungkapkan kenaikan harga kebutuhan pokok seharusnya bisa normal di bulan Ramadhan.

“Namun sampai saat ini kondisinya tidak demikian, tetap tidak stabil sampai awal minggu pertama bulan Ramadhan 1445 H,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (17/03/2024).

Baca Juga :  Pameran Lukis Masa Kejayaan Sumenep Ramai Dikunjungi Pelajar Nurul Bayan Kebonagung

Dirinya menduga, kemungkinan yang menyebabkan harga tidak stabil terjadi karena musim hujan yang akhir-akhir ini turun sehingga menghambat pengiriman bahan pokok ke pasar.

“Mulai awal puasa Sumenep sekitarnya sampai sekarang diguyur hujan, sehingga pengiriman bahan pokok juga tersendat. Itu mungkin yang menjadi harga tidak stabil,” tandasnya.

Baca Juga :  76 KPM Terima BLT DD, Babinsa 0827/Bluto : Saya Harap Pergunakan Sesuai Kebutuhan

Sejumlah bahan pokok dengan harga cukup tinggi diantaranya, harga telur ayam Rp30 ribu per kg, cabai rawit mencapai Rp10 per kg dan ayam potong menjadi Rp50 per kg. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru