JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, salah satunya mendatangi pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang berlokasi di Kecamatan Guluk-guluk. Kamis, 2 Februari 2023.
Di mana, dalam kunjungannya ke pembangunan KIHT Sumenep, Menkeu Sri Mulyani secara mendetail mengoreksi pertumbuhan petani tembakau asli Madura.
Diketahui, KIHT Sumenep ini dibangun menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahukah bahwa Madura memiliki komoditi unggulan tembakau?,” tulis Menkeu Sri Mulyani di akun Instagram pribadinya @smindrawati.
“Hari ini, saya, Ketua Badan Anggaran @dpr. ri Buya Said Abdullah dan Menko Polkuham Prof. Mahfud MD diajak oleh Bupati Sumenep @achmadfauzi.wy untuk menilik proses pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Sumenep,” tulisnya lebih lanjut.
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, UU HKPD mengamanatkan bahwa DBHCHT disesuaikan menjadi 0.84 bagi provinsi yang bersangkutan, 1.296 bagi kabupaten/kota penghasil, dan 196 bagi kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan.
“Uangnya untuk apa? Salah satunya diwujudkan dalam dibangunnya KIHT Sumenep yang dibangun menggunakan DBHCHT ini,” terangnya.
Mengapa harus membangun KIHT, kata Menkeu Sri Mulyani, menurutnya, KIHT dimaksudkan untuk memberikan efisiensi biaya produksi bagi industri hasil tembakau.
Kemudian, peningkatan serapan tembakau bagi petani tembakau sehingga dapat berdampak pada efektivitas pengawasan terhadap hasil tembakau. Sebab, aktivitas pengolahan hasil tembakau dilakukan dalam satu kawasan.
“Saya harap dengan adanya KIHT ini, industri tembakau di Madura dapat semakin maju dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” harapnya. (REDJAVA****)








