JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Siang itu, hiruk pikuk lalu lintas di simpang tiga Mapolres Sumenep berjalan seperti biasa. Deru kendaraan bersahutan, masyarakat berlalu lalang dengan urusannya masing-masing. Namun di sudut jalan itu, ada pemandangan sederhana yang diam-diam menyentuh hati.
Sejumlah relawan dari Kita Berbagi Sosial (KBS) Sumenep berdiri di tepi jalan, membawa bungkusan nasi, lalu menyapa para pengguna jalan dengan senyum tulus. Satu per satu pengendara yang melintas dihentikan sejenak bukan untuk diperiksa, melainkan untuk menerima kebaikan.
Sebanyak 45 nasi bungkus dibagikan dalam aksi sosial yang mereka sebut sebagai “bungkus tujuan akhirat” atau bungturat. Sasarannya sederhana: siapa saja yang melintas mulai dari pengendara motor, tukang becak, hingga warga yang kebetulan berada di lokasi.
Tak sedikit dari mereka yang tampak terkejut. Ada yang tersenyum lebar, ada pula yang hanya bisa mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca, menerima bungkusan nasi yang mungkin sederhana, namun sarat makna.
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan tentang merawat rasa kemanusiaan di tengah kehidupan yang semakin sibuk.
“Kami ingin menghadirkan kehangatan di tengah jalanan. Kadang, orang tidak butuh sesuatu yang besar cukup perhatian kecil yang membuat mereka merasa tidak sendirian,” ujar Akhmad Sahruddin, S.H., usai kegiatan kepada media ini, Jum’at (03/03/2026)
Ia menegaskan, istilah bungturat bukan tanpa makna. Bagi KBS, setiap bungkusan nasi yang dibagikan adalah doa, harapan, dan ikhtiar kecil menuju kebaikan yang lebih luas.
“Kami menyebutnya bungkus tujuan akhirat karena kami percaya, setiap kebaikan sekecil apa pun akan kembali kepada kita. Ini tentang niat, tentang keikhlasan berbagi,” katanya.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, telah menjadi rutinitas yang terus dijaga oleh para relawan. Dengan melibatkan donatur dan masyarakat yang peduli, KBS berupaya menjaga agar semangat berbagi tidak pernah padam.
“Kami tidak ingin ini berhenti sebagai kegiatan sesaat. Justru kami ingin ini menjadi gerakan bersama, di mana siapa pun bisa ikut ambil bagian,” tutur Sahruddin.
Lebih jauh, ia berharap apa yang dilakukan KBS bisa menjadi inspirasi, terutama di tengah kondisi sosial yang kerap menuntut orang untuk bergerak cepat dan fokus pada diri sendiri.
“Harapan kami sederhana, semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa mengetuk hati banyak orang. Karena sejatinya, kebaikan itu menular dan dunia akan terasa lebih hangat jika semakin banyak yang mau berbagi,” pungkasnya.
Di tengah riuhnya kendaraan dan padatnya aktivitas kota, aksi kecil itu menjadi pengingat yang sunyi namun kuat: bahwa kebaikan tidak selalu harus besar untuk berarti. Kadang, ia hadir dalam bentuk paling sederhana sebungkus nasi, seulas senyum, dan ketulusan yang tak terlihat, tapi terasa. (REDJAVA****)












