JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana hangat penuh harapan menyelimuti Balai Pendopo Desa Pamolokan pada Jumat (21/11/2025). Ratusan warga tidak mampu tampak berbondong-bondong, sebagian datang sejak matahari belum sepenuhnya terbit, demi menerima paket pangan dan minyak goreng yang disalurkan Pemerintah Desa Pamolokan melalui program bantuan dari Dinas Sosial P3A.
Total 399 warga penerima manfaat terlihat memadati area pendopo dengan disiplin dan penuh antusiasme. Senyum, haru, dan rasa syukur terpancar dari wajah-wajah yang berharap adanya sedikit keringanan dalam menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kompleks.
Penyaluran bantuan ini mendapat pengawalan ketat dari perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Tidak hanya sekadar distribusi, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kembali hubungan emosional antara pemerintah desa dan warganya.

Pj. Kepala Desa Pamolokan, Ahmad Zayyadi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan respon nyata terhadap kebutuhan masyarakat kecil yang semakin mendesak dari waktu ke waktu.
“Kami hadir bukan saat ada acara saja kami hadir karena masyarakat membutuhkan kita sekarang. Bantuan ini adalah tangan negara yang menjangkau warga Pamolokan,” kata Zayyadi dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Pemdes Pamolokan terus menjaga integritas dan transparansi sebagai pondasi pelayanan publik. Tidak boleh ada celah bagi penyimpangan atau ketidaktepatan sasaran.
“Dari 399 warga yang menerima, semuanya sudah melalui verifikasi. Kami ingin pastikan bahwa setiap paket diterima oleh mereka yang benar-benar berhak. Ini soal amanah, dan amanah harus dijaga,” tegasnya.
Namun lebih dari sekadar program rutin, Zayyadi melihat momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan instansi daerah menjadi modal penting dalam menjembatani kebutuhan ekonomi warga di tengah ketidakpastian.
“Ke depan, kami tidak hanya ingin memberi bantuan. Kami ingin membangun harapan. Pamolokan harus menjadi desa yang kuat, mandiri, dan mampu berdiri tegak dalam kondisi apa pun,” tutup Zayyadi dengan penuh keyakinan.
Dengan berakhirnya kegiatan, warga terlihat meninggalkan Balai Pendopo dengan wajah lebih tenang. Sebagian menggenggam paket bantuan, sebagian lagi menggenggam secercah harapan bahwa perhatian pemerintah tidak pernah benar-benar jauh dari kehidupan mereka. (REDJAVA****)













