JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Terobosan besar dalam dunia elektrifikasi kembali dicanangkan di Kabupaten Sumenep! Pemerintah Kabupaten Sumenep dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengukuhkan komitmennya dalam percepatan penyediaan listrik, terutama bagi pulau-pulau terpencil yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses listrik.
Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan penting di Pendopo Agung Sumenep, Jumat (28/3/2025), yang menghadirkan para pemangku kepentingan utama di sektor kelistrikan.
Dalam pertemuan yang penuh gebrakan tersebut, hadir General Manager PLN UID Jatim Ahmad Mustaqir beserta jajaran, termasuk Senior Manager Komunikasi dan Umum, Senior Manager Jaringan, serta perwakilan PLN Madura dan Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., yang memimpin langsung diskusi, menegaskan bahwa percepatan elektrifikasi bukan sekadar janji, melainkan sebuah agenda prioritas yang harus diwujudkan dalam waktu dekat.
“Untuk saat ini, rasio elektrifikasi di Kabupaten Sumenep telah mencapai 92,43%. Meski angka ini terbilang tinggi, masih ada puluhan pulau berpenghuni yang belum menikmati aliran listrik secara optimal,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Sosok orang nomer satu di Kota Keris ini menekankan bahwa Pemkab Sumenep siap all out dalam mendukung PLN untuk mencapai rasio elektrifikasi 100%.
“Kami tidak ingin ada satu pun masyarakat di kepulauan yang masih hidup dalam kegelapan. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi tentang keadilan energi dan pemerataan pembangunan. PLN dan Pemkab Sumenep akan bergerak cepat untuk mewujudkannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPC PDI-P Sumenep juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat dalam merealisasikan percepatan elektrifikasi ini.
Pihaknya menegaskan bahwa Pemkab Sumenep akan mempermudah segala bentuk perizinan, mendukung alokasi anggaran untuk program kelistrikan, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek ini dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal wilayah Sumenep, dari daratan hingga kepulauan terjauh, mendapatkan akses listrik yang sama. Listrik bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak bagi seluruh masyarakat. Tanpa listrik yang memadai, sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan akan sulit berkembang secara optimal. Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk mendukung setiap langkah PLN dalam menyelesaikan tantangan elektrifikasi ini,” tutupnya.
Energi Terbarukan dan Smart Grid Menanggapi tantangan geografis di kepulauan Sumenep, General Manager PLN UID Jatim Ahmad Mustaqir mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi inovatif.

Salah satunya adalah pemanfaatan energi terbarukan, seperti solar panel dan hybrid system, yang lebih efektif diterapkan di wilayah kepulauan dibandingkan jaringan konvensional.
“Kami tidak hanya bicara tentang memperluas jaringan, tetapi juga membangun sistem kelistrikan yang berkelanjutan. Konsep smart grid dan energi hijau menjadi solusi utama agar pasokan listrik tetap stabil dan ramah lingkungan,” ujar Mustaqir.
Percepatan elektrifikasi ini diyakini akan membawa dampak besar bagi perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha di kepulauan yang selama ini terbatas dalam menjalankan bisnis akibat keterbatasan listrik.
Selain itu, akses listrik yang lebih merata juga akan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial secara keseluruhan.
Dengan sinergi yang semakin solid antara Pemkab Sumenep dan PLN UID Jatim, harapan besar masyarakat kepulauan untuk menikmati listrik tanpa hambatan semakin mendekati kenyataan. Jika program ini berhasil, bukan tidak mungkin Kabupaten Sumenep akan menjadi model nasional dalam penerapan elektrifikasi di wilayah kepulauan.
Revolusi kelistrikan di Sumenep telah dimulai! Kini, saatnya masyarakat kepulauan bersiap menyongsong masa depan yang lebih terang. (REDJAVA****)









